
Pantau - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) tercatat sebagai bank penyalur Kredit Program Perumahan (KPP) terbesar secara nasional dengan realisasi penyaluran mencapai Rp9,21 triliun atau setara 54,6 persen dari total realisasi KPP nasional hingga 25 Mei 2026.
Capaian tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait dan Direktur Utama BRI Hery Gunardi di Kantor Pusat BRI, Jakarta, pada 25 Mei 2026.
Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi pembiayaan perumahan rakyat, dukungan terhadap KUR Perumahan, serta dukungan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Secara nasional, realisasi Kredit Program Perumahan hingga 25 Mei 2026 mencapai Rp16,86 triliun.
Dari jumlah tersebut, pembiayaan sisi pasokan (supply) mencapai Rp4,87 triliun kepada 1.875 debitur.
Pembiayaan sisi permintaan (demand) mencapai Rp11,99 triliun kepada 78.001 debitur.
BRI Lampaui Plafon Awal KPP 2026
Realisasi KPP BRI sebesar Rp9,21 triliun terdiri atas pembiayaan sisi supply sebesar Rp1,10 triliun kepada 752 debitur.
Pembiayaan sisi demand mencapai Rp8,10 triliun kepada 65.576 debitur.
Menteri PKP RI Maruarar Sirait menilai capaian tersebut menunjukkan besarnya kontribusi BRI dalam mendukung pembiayaan perumahan rakyat.
Menurutnya, penyaluran KPP oleh BRI juga berperan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor perumahan.
Maruarar mengungkapkan, "BRI telah menambah kuota yang tadinya Rp8 triliun tahun ini menjadi Rp12 triliun. Kenapa? Karena Rp8 triliun sudah terserap semua. Sekarang sudah Rp9,2 triliun. Bahkan sejak April atau awal Mei 2026, BRI sudah melampaui plafon awal Rp8 triliun. Jadi terima kasih, kinerjanya BRI luar biasa."
Pada awal 2026, kuota KPP yang disiapkan BRI sebesar Rp8 triliun.
Karena seluruh plafon awal telah terserap, kuota tersebut kemudian ditingkatkan menjadi Rp12 triliun.
Hingga Mei 2026, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar Rp9,2 triliun.
Perluas Akses Pembiayaan dan Rumah Subsidi
BRI terus memperluas sosialisasi program Kredit Program Perumahan di berbagai daerah.
Di Sorong, Papua Barat Daya, program tersebut telah menjangkau 610 debitur dengan nilai Rp258,9 miliar.
Di Tangerang, Banten, realisasi mencapai 255 debitur dengan nilai Rp202,4 miliar.
Di Majalengka, Jawa Barat, penyaluran diberikan kepada 499 debitur dengan nilai Rp151,98 miliar.
Sementara di Pontianak, Kalimantan Barat, realisasi mencapai 130 debitur dengan nilai Rp59,23 miliar.
Selain KPP, BRI juga memperkuat dukungan terhadap program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi.
Sepanjang 2025, BRI merealisasikan 32.206 unit rumah melalui FLPP.
Capaian tersebut setara dengan 97,5 persen dari target 33.000 unit.
Pada 2026, target FLPP BRI meningkat menjadi 60.000 unit atau tumbuh 81,8 persen dibandingkan target tahun sebelumnya.
Hingga 25 Mei 2026, realisasi akad FLPP BRI telah mencapai 12.500 unit.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan jaringan luas BRI menjadi kekuatan utama dalam pemerataan akses pembiayaan perumahan.
Hery Gunardi mengungkapkan, "BRI memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 7.500 titik layanan yang terdiri atas kantor cabang dan unit kerja. Dengan jaringan tersebut, program ini dapat dijalankan secara merata sejalan dengan sebaran layanan BRI di berbagai daerah. Masyarakat maupun nasabah pun dapat mengakses program ini melalui seluruh jaringan cabang BRI yang tersebar di seluruh Indonesia."
BRI memiliki lebih dari 7.500 titik layanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
BRI juga menyatakan kesiapan mendukung skema pembiayaan perumahan baru yang sedang dikembangkan pemerintah.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah tenor pembiayaan hingga 40 tahun agar cicilan menjadi lebih ringan dan terjangkau bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, BRI tetap mengedepankan prinsip prudential banking dan manajemen risiko yang terukur.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen BRI untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau di seluruh Indonesia.
- Penulis :
- Shila Glorya





