
Pantau - PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) menargetkan total aset mencapai sekitar Rp87 triliun hingga akhir 2026 setelah resmi beroperasi sebagai entitas mandiri hasil pemisahan usaha (spin-off) dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menyampaikan perseroan optimistis mencapai target tersebut seiring pertumbuhan kinerja pada semester I 2026 dan masih besarnya peluang pengembangan bisnis syariah.
Alex mengatakan, "Pada tahun 2026, Bank BSN menargetkan total aset sekitar Rp87 triliun, pembiayaan sekitar Rp66 triliun, dan dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp69 triliun, dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dan kinerja profitabilitas."
Kinerja Semester I 2026 Melampaui Target
Hingga Juni 2026, total aset Bank BSN mencapai Rp78,8 triliun atau tumbuh 20,1 persen secara tahunan dibandingkan Rp65,6 triliun pada Juni 2025.
Realisasi aset tersebut telah mencapai 100,8 persen dari target semester I 2026.
Penyaluran pembiayaan mencapai Rp59,6 triliun atau meningkat 23 persen secara tahunan.
Realisasi pembiayaan telah mencapai 99,2 persen dari target semester I 2026.
Sekitar 93 persen portofolio pembiayaan Bank BSN masih didominasi sektor perumahan.
Portofolio pembiayaan terdiri atas KPR Subsidi sebesar Rp37,19 triliun, KPR Nonsubsidi Rp18,36 triliun, Yasa Griya Rp1,97 triliun, Non-Yasa Griya Rp1,28 triliun, dan pembiayaan non-KPR sebesar Rp810 miliar.
Pada segmen pembiayaan rumah subsidi, Bank BSN menargetkan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 73.700 unit sepanjang 2026.
Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 27.888 unit.
Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp61,6 triliun atau tumbuh 11,5 persen secara tahunan.
Laba bersih Bank BSN pada semester I 2026 mencapai Rp444 miliar atau meningkat 10,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian laba bersih tersebut telah mencapai 112,2 persen dari target semester I 2026.
Net interest margin (NIM) meningkat menjadi 4 persen dari sebelumnya 3,72 persen.
Pendapatan berbasis komisi (fee-based income) tumbuh 89,9 persen menjadi Rp127,3 miliar.
Strategi Semester II dan Dukungan BTN
Pada semester II 2026, Bank BSN akan memfokuskan strategi pada menjaga kualitas aset, memperkuat pengelolaan pembiayaan, mengoptimalkan penagihan, meningkatkan pencadangan, serta menjaga ekspansi bisnis tetap sehat dan prudent.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon L.P. Napitupulu menegaskan dukungan penuh BTN terhadap pengembangan Bank BSN sebagai anak usaha di sektor perbankan syariah.
Nixon menilai Bank BSN memiliki peluang besar untuk memperluas pangsa pasar perbankan syariah nasional serta memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan syariah di Indonesia.
Business Review Forum Semester I 2026 berlangsung pada 16–17 Juli 2026 di Bandung.
Forum tersebut menghadirkan Menteri Perhubungan periode 2014–2019 Ignasius Jonan dan Managing Director Human Capital Danantara Asset Management Agus Dwi Handaya.
Kedua pembicara membahas transformasi bisnis dan pengembangan sumber daya manusia.
- Penulis :
- Arian Mesa





