HOME  ⁄  Nasional

BSI Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp77,06 Triliun hingga Mei 2026 untuk Dorong Ekonomi Hijau

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BSI Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp77,06 Triliun hingga Mei 2026 untuk Dorong Ekonomi Hijau
Foto: Foto: Wakil Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Bob T Ananta. (Sumber: BSI)

Pantau - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp77,06 triliun hingga Mei 2026 atau sekitar 23 persen dari total pembiayaan perseroan.

BSI Perkuat Pembiayaan Berbasis Keberlanjutan

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, mengatakan penguatan portofolio pembiayaan berkelanjutan membuat perseroan optimistis dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkualitas.

Bob menyampaikan bahwa pembiayaan berkelanjutan tidak hanya mendukung kinerja keuangan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, lingkungan, dan masyarakat.

“Dengan demikian, BSI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga pada penciptaan dampak positif yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip syariah dan agenda pembangunan hijau Indonesia,” kata Bob.

Dalam portofolio pembiayaan berkelanjutan, BSI mencatat sejumlah sektor usaha menjadi penyumbang utama, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelolaan sumber daya alam hayati, penggunaan lahan yang berkelanjutan, serta produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan ramah lingkungan.

BSI juga menyalurkan pembiayaan berkelanjutan untuk sektor energi terbarukan, kendaraan ramah lingkungan, serta berbagai kegiatan usaha yang mendukung transisi energi dan pembangunan ekonomi rendah karbon di Indonesia.

Pembiayaan BSI Tumbuh 14,60 Persen

BSI menilai pembiayaan berkelanjutan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong investasi pada sektor-sektor yang berorientasi pada keberlanjutan.

Perseroan menyebut langkah tersebut sejalan dengan strategi BSI dalam mengintegrasikan prinsip environmental, social, and governance (ESG) atau lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam kegiatan bisnis.

Hingga Mei 2026, total pembiayaan BSI mencapai Rp335 triliun dan tumbuh 14,60 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Pertumbuhan pembiayaan BSI secara keseluruhan masih didominasi oleh segmen konsumer dan ritel.

Dari sisi kualitas pembiayaan, rasio non-performing financing (NPF) gross BSI tercatat membaik menjadi 1,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,88 persen.

Penulis :
Arian Mesa