
Pantau - Klaim yang beredar di media sosial mengenai Badan Gizi Nasional (BGN) memesan 700 juta butir telur dari China untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dipastikan tidak benar atau hoaks.
Narasi Viral Sebut Impor Telur untuk MBG
Informasi tersebut beredar melalui unggahan salah satu akun Facebook yang menyebut BGN memesan 700 juta butir telur dari China untuk memenuhi kebutuhan program MBG.
Unggahan itu juga mengklaim pembelian telur dilakukan menggunakan dana APBN.
Narasi yang disebarkan berbunyi, "MBG Pesan 700Juta Butir telur China Menggunakan APBN, Dan Zulkifli Usulkan PAJAK RAKYAT HARUS NAIK..?? Gimana Tanggapan Kalian Gaes ....??".
Unggahan tersebut turut menampilkan foto pertemuan yang dihadiri sejumlah pengusaha dan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.
Tidak Ada Kebijakan Impor Telur dari China
Berdasarkan hasil verifikasi, tidak ditemukan data maupun informasi resmi yang menunjukkan adanya kebijakan BGN mengimpor 700 juta butir telur dari China untuk program MBG.
Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 Pasal 38 ayat 1 secara tegas mengatur bahwa penyelenggaraan program MBG memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.
Regulasi tersebut juga mewajibkan pelibatan usaha mikro, kecil, koperasi, serta masyarakat setempat dalam pelaksanaan program.
Foto yang digunakan dalam unggahan Facebook tersebut diketahui berasal dari pemberitaan media yang membahas kebutuhan telur untuk program MBG.
Berita asli berjudul "MBG Butuh 700 Juta Telur per Tahun, KADIN Gaet Pengusaha China Bangun Industri Unggas" yang dipublikasikan pada 21 April 2026.
Pemberitaan tersebut membahas upaya pengembangan industri unggas untuk memenuhi kebutuhan telur di dalam negeri, bukan mengenai impor telur dari China oleh BGN.
Dengan demikian, klaim bahwa BGN memesan 700 juta butir telur dari China untuk program MBG menggunakan dana APBN dinyatakan hoaks.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





