
Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pendampingan sertifikasi mutu dan penerbitan Health Certificate (HC) untuk mendukung rencana ekspor beras Indonesia ke Malaysia agar memenuhi standar mutu dan keamanan pangan negara tujuan.
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Noto Susanto mengatakan lembaganya berperan memastikan beras yang diekspor telah memenuhi ketentuan kualitas dan keamanan pangan yang berlaku.
"Oh iya (ada pendampingan). Kalau terkait dengan mutu pangan, itu kita melakukan sertifikasi. Bukan hanya HC, tapi premium maupun medium. Jadi mutu beras, terkait dengan mutu beras," ungkap Andriko.
Sertifikasi Mutu dan Health Certificate Telah Disiapkan
Andriko menjelaskan sertifikasi yang dilakukan Bapanas mencakup penilaian mutu beras kategori premium maupun medium serta penerbitan Health Certificate yang menjadi syarat ekspor.
Menurutnya, Health Certificate berfungsi sebagai jaminan bahwa produk pangan yang dikirim telah memenuhi standar keamanan pangan negara tujuan.
"Kalau HC, itu Health Certificate terkait dengan untuk ekspor. Kita lakukan oleh Badan Pangan Nasional," ujarnya.
Sebagai otoritas kompeten keamanan pangan, Bapanas bersama pemerintah pusat dan daerah bertanggung jawab melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan untuk mendukung ekspor komoditas pangan.
Persyaratan tersebut meliputi pengujian kualitas produk, standar mutu, serta dokumen kesehatan pangan sesuai regulasi negara tujuan.
Ekspor 200 Ribu Ton Beras Masih Tahap Negosiasi Harga
Terkait rencana ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia, Andriko menyebut proses pengambilan sampel dan pengujian mutu telah selesai dilakukan.
"Terkait dengan sampelnya sudah selesai. Jadi kita dari otoritas kompeten keamanan pangan, pusat dan daerah itu berkewajiban untuk melengkapi bahan-bahan yang mau diekspor itu menurut standar negara tujuan," jelasnya.
"Nah itu salah satunya adalah kualitas, mutu, premium, medium. Terus yang kedua adalah Health Certificate sudah kita lakukan," tambah Andriko.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan rencana ekspor beras ke Malaysia masih dalam tahap negosiasi harga.
Bulog bersama tim Kementerian Pertanian dijadwalkan melakukan kunjungan ke Sarawak untuk membahas jumlah ekspor dan harga final yang akan disepakati.
Rizal memastikan harga ekspor beras Indonesia ke Malaysia akan berada di atas harga eceran tertinggi (HET) domestik sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan negara.
Saat ini HET beras premium di Indonesia berada pada kisaran Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram sesuai zonasi wilayah penjualan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf





