HOME  ⁄  Ekonomi

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Menjadi 5,5 Persen di Tengah Upaya Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Menjadi 5,5 Persen di Tengah Upaya Menjaga Stabilitas Rupiah
Foto: (Sumber : Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai Rapat Kerja (Raker) bersama Banggar DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026). ANTARA/Rizka Khaerunnisa..)

Pantau - Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,5 persen pada 9 Juni 2026 sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi dan pergerakan pasar keuangan.

Kenaikan BI Rate Dilatarbelakangi Tekanan terhadap Rupiah

Dalam kurun waktu tiga bulan, BI Rate telah meningkat sebesar 75 basis poin, dari 4,75 persen pada awal tahun menjadi 5,25 persen pada Mei dan kembali naik menjadi 5,5 persen pada Juni 2026.

Kebijakan tersebut diambil setelah rupiah masih bergerak di atas level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat dan cadangan devisa Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 144,9 miliar dolar AS atau turun hampir 3 miliar dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebelumnya mengungkapkan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah lebih lemah dibandingkan proyeksi yang telah dibuat.

Melalui kenaikan suku bunga, BI berupaya meningkatkan daya tarik aset keuangan berdenominasi rupiah sehingga dapat mendorong masuknya aliran modal dan memperkuat stabilitas pasar keuangan.

Kenaikan Suku Bunga Dinilai Memiliki Dampak bagi Dunia Usaha

Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dengan tenor 12 bulan saat ini menawarkan tingkat imbal hasil di atas 6,5 persen yang dinilai kompetitif dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya.

Di sisi lain, kenaikan suku bunga juga berpotensi meningkatkan biaya pinjaman bagi masyarakat dan pelaku usaha, termasuk cicilan kredit berbunga mengambang serta pembiayaan modal kerja bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.

Kondisi tersebut dapat membuat dunia usaha lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi karena biaya pendanaan menjadi lebih tinggi.

Kebijakan BI mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika tekanan eksternal dan domestik.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan