HOME  ⁄  Ekonomi

Penguatan Ekosistem Halal Dinilai Kian Penting untuk Mendorong Daya Saing Ekonomi Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Penguatan Ekosistem Halal Dinilai Kian Penting untuk Mendorong Daya Saing Ekonomi Nasional
Foto: (Sumber : Arsip - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mempermudah sertifikasi halal bagi warung makan kecil melalui Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk mendorong pengusaha dalam percepatan kewajiban sertifikasi halal bagi seluruh produk makanan dan minuman pada tahun 2026. (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nym.).)

Pantau - Penguatan ekosistem halal dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional seiring berkembangnya perdagangan global dan meningkatnya peran industri halal di Indonesia, termasuk di Jawa Timur yang mencatat pertumbuhan ekonomi dan ekspor produk halal.

Jawa Timur Perkuat Posisi dalam Industri Halal

Jawa Timur disebut memiliki modal berupa jaringan pesantren, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, sektor manufaktur, serta infrastruktur logistik yang mendukung pengembangan rantai nilai halal nasional.

Data yang dipaparkan dalam forum ekonomi regional menunjukkan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2026 tumbuh 5,96 persen secara tahunan, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,61 persen, sementara nilai ekspor produk halal mencapai sekitar 3,222 miliar dolar Amerika Serikat dengan jumlah usaha halal meningkat lebih dari 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tingkat global, laporan State of the Global Islamic Economy 2025/2026 juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam sektor ekonomi halal, termasuk fesyen muslim dan makanan halal.

Penguatan Rantai Pasok dan UMKM Masih Menjadi Tantangan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong pengembangan ekosistem halal melalui kawasan industri halal, termasuk Halal Industrial Park Sidoarjo, serta pemberdayaan ribuan pondok pesantren melalui berbagai program ekonomi berbasis komunitas.

Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi standar halal agar mampu memperluas akses pasar.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, antara lain pemerataan literasi halal bagi pelaku usaha kecil, proses sertifikasi bagi usaha mikro, serta integrasi rantai pasok dari bahan baku hingga distribusi.

Ketika ekosistem halal terus berkembang, pertanyaan yang mengemuka bukan lagi apakah Indonesia mampu menjadi pemain utama, tetapi seberapa cepat konsolidasi kebijakan, industri, dan masyarakat dapat dilakukan.

Penulis :
Ahmad Yusuf