
Pantau - Bank Indonesia (BI) memprakirakan kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 tetap terjaga dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 225,0 meski masih mengalami kontraksi tahunan sebesar 3,2 persen, membaik dibandingkan kontraksi 3,7 persen pada periode sebelumnya.
Penjualan Eceran Ditopang Sejumlah Kelompok Barang
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan kinerja tersebut terutama didukung peningkatan penjualan pada kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta barang lainnya.
Kelompok suku cadang dan aksesori diprakirakan tumbuh 16,6 persen secara tahunan, perlengkapan rumah tangga lainnya naik 1,8 persen, dan kelompok barang lainnya meningkat 0,7 persen.
Sementara itu, sejumlah kelompok masih berada dalam fase kontraksi, di antaranya makanan, minuman, dan tembakau sebesar minus 4,0 persen, bahan bakar kendaraan bermotor minus 2,2 persen, serta peralatan informasi dan komunikasi minus 17,5 persen.
Secara bulanan, penjualan eceran diprakirakan membaik dari kontraksi 11,6 persen pada April menjadi minus 0,9 persen pada Mei yang didorong peningkatan penjualan kelompok peralatan informasi dan komunikasi serta perlengkapan rumah tangga lainnya.
Menurut BI, perbaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Kenaikan Yesus Kristus, Idul Adha, dan Waisak.
Inflasi Diprakirakan Stabil dalam Jangka Pendek
Pada realisasi April 2026, IPR tercatat sebesar 226,9 dengan pertumbuhan tahunan yang didukung oleh kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta barang budaya dan rekreasi.
Namun secara bulanan, penjualan eceran April terkontraksi 11,6 persen seiring normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
BI juga memprakirakan tekanan inflasi tiga bulan ke depan relatif stabil yang tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum Juli 2026 sebesar 175,8 atau hampir tidak berubah dibandingkan Juni sebesar 175,6.
Sementara itu, ekspektasi harga pada Oktober 2026 diproyeksikan meningkat menjadi 167,6 dari 163,2 pada September akibat kenaikan harga bahan baku.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan





