HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenperin Perkuat Peran IKM agar Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional dan Tingkatkan TKDN

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemenperin Perkuat Peran IKM agar Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional dan Tingkatkan TKDN
Foto: Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita (sumber: Kemenperin)

Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat peran industri kecil dan menengah (IKM) agar dapat masuk ke dalam rantai pasok kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia sebagai upaya mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional dan meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Pemerintah mendorong agar pengembangan industri kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada investasi industri besar, tetapi juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pelaku IKM sebagai bagian penting dari rantai pasok industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, “Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi industri dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan pelaku industri kendaraan listrik agar semakin banyak produk dan komponen lokal yang dapat terserap dalam proses produksi kendaraan listrik di Indonesia.”

Agus menambahkan bahwa penguatan rantai pasok domestik menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.

Ia mengungkapkan, “Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia harus diikuti dengan penguatan rantai pasok dalam negeri untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah dan kandungan produksi dalam negeri.”

Kemenperin Pertemukan IKM dengan Industri Kendaraan Listrik

Sebagai bentuk dukungan, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) mempertemukan Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan listrik dengan IKM komponen otomotif melalui kegiatan temu bisnis.

Kegiatan tersebut melibatkan industri kendaraan listrik roda dua, roda tiga, roda empat, bus listrik, hingga truk listrik untuk memperluas peluang kemitraan.

Melalui forum itu, pelaku IKM memperoleh kesempatan memahami kebutuhan industri, mempelajari standar kualitas yang dipersyaratkan, serta mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar kendaraan listrik.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menyatakan bahwa perkembangan kendaraan listrik di Indonesia membuka peluang besar bagi IKM komponen otomotif untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar.

Penjualan Kendaraan Listrik dan Temu Bisnis Tunjukkan Peluang Besar

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit atau meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga April 2026, populasi bus listrik di Indonesia mencapai 798 unit.

Sementara itu, populasi motor listrik pada Februari 2026 tercatat sebanyak 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.

Pertumbuhan tersebut turut didukung perluasan infrastruktur pengisian daya, dengan PT PLN (Persero) telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 titik di berbagai wilayah Indonesia hingga April 2026.

Dalam upaya memperluas keterlibatan IKM, Ditjen IKMA menggelar temu bisnis sektor kendaraan listrik roda dua di Kota Bekasi pada 7 Mei 2026 bekerja sama dengan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) yang diikuti 60 IKM komponen alat angkut.

Dari kegiatan tersebut terjalin penjajakan kerja sama antara Polytron dengan anggota Perkumpulan Industri Elektronik Logam dan Otomotif Tegal (PIELLOT), Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), serta Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK).

Penjajakan tersebut mencakup pemasokan komponen seperti jok motor, housing plastik, mold and dies stamping, serta berbagai komponen pendukung lainnya.

PT Pindad (Persero) sebagai pelaksana utama proyek strategis mobil nasional juga melakukan diskusi lanjutan dengan sejumlah pelaku IKM komponen untuk menjajaki peluang keterlibatan mereka dalam rantai pasok proyek tersebut.

Untuk sektor kendaraan listrik roda empat atau lebih, Ditjen IKMA menggelar temu bisnis di Kabupaten Bekasi pada 22 Mei 2026 bekerja sama dengan PT SGMW Motor Indonesia dan PT VKTR Teknologi Mobilitas yang diikuti sekitar 70 IKM komponen alat angkut.

Kegiatan itu bertujuan membuka peluang penyediaan komponen lokal bagi kendaraan listrik roda empat, bus listrik, dan truk listrik.

Penulis :
Arian Mesa