HOME  ⁄  Ekonomi

Pegadaian Resmi Bergabung sebagai Pemegang Rekening KSEI, Perkuat Infrastruktur ETF Emas di Pasar Modal Indonesia

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pegadaian Resmi Bergabung sebagai Pemegang Rekening KSEI, Perkuat Infrastruktur ETF Emas di Pasar Modal Indonesia
Foto: PT Pegadaian dan PT KSEI menjalin kerja sama melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sebagai tanda bahwa Pegadaian secara resmi bergabung sebagai Pemegang Rekening KSEI

Pantau - PT Pegadaian resmi bergabung sebagai Pemegang Rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) setelah kedua institusi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS), sekaligus menjadi tonggak penting dalam penerapan Electronic Gold Receipt (EGR) dan Exchange Traded Fund (ETF) Emas di pasar modal Indonesia yang ditargetkan mulai berjalan pada semester II 2026.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat dan Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian Selfie Dewiyanti.

Pada 27 April 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyetujui permohonan Pegadaian untuk menjadi Pemegang Rekening KSEI sebagai dasar formal pembentukan infrastruktur penyimpanan dan penyelesaian efek EGR yang untuk pertama kalinya diperkenalkan di Indonesia sebagai aset dasar ETF Emas.

Dengan status tersebut, Pegadaian memperoleh kewenangan untuk langsung mencatat EGR ke dalam sistem KSEI, yaitu The Central Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST), sehingga mempercepat proses pemindahbukuan dan rekonsiliasi antara catatan elektronik dengan emas fisik secara berkala.

Pegadaian Dukung Pengembangan Ekosistem Bullion dan ETF Emas

EGR merupakan bukti kepemilikan emas digital yang dijamin oleh emas fisik dan dicatat secara elektronik dalam sistem KSEI.

Emas yang mendasari EGR diperdagangkan, disimpan, dan diadministrasikan oleh Pegadaian sebagai institusi penyedia dan penyimpan emas yang telah memperoleh izin usaha bullion dari OJK.

Selfie Dewiyanti mengatakan, “Sinergi antara Pegadaian dan KSEI ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkuat tata kelola keamanan pencatatan aset investasi, tetapi juga menyiapkan infrastruktur kokoh bagi ekosistem bullion Indonesia untuk melebur ke dalam pasar modal global. Kami berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan peran kami sebagai penyedia dan penyimpan emas terpercaya, memberikan jaminan transparansi penuh bagi para investor bahwa setiap gram emas digital yang mereka transaksikan didukung penuh oleh fisik emas yang nyata di brankas kami.”

Menurut Selfie, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem Bullion Bank di Indonesia melalui inovasi ETF Emas yang telah berkembang di berbagai bursa global, termasuk Amerika Serikat.

Ia menambahkan bahwa kehadiran ETF Emas di pasar domestik akan memberikan alternatif investasi yang memungkinkan masyarakat berinvestasi emas secara mudah, aman, dan langsung melalui mekanisme perdagangan di bursa efek layaknya transaksi saham.

KSEI Optimistis ETF Emas Perluas Pilihan Investasi

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menyampaikan bahwa KSEI mendukung pengembangan pasar modal Indonesia melalui penguatan infrastruktur dan kolaborasi strategis.

Samsul mengatakan, “Bergabungnya Pegadaian sebagai Pemegang Rekening KSEI menjadi salah satu langkah relevan untuk menyambut pengembangan EGR dan ETF Emas sebagai bagian dari upaya perluasan pilihan produk investasi pasar modal Indonesia. Produk inovatif ini diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang menghubungkan karakteristik emas sebagai aset yang telah dikenal luas oleh masyarakat dengan mekanisme investasi yang transparan dan teradministrasi dengan baik melalui infrastruktur yang telah dimiliki KSEI.”

Bergabungnya Pegadaian menambah jumlah Pemegang Rekening KSEI menjadi 124 pada 2026 dan diharapkan mendorong pendalaman pasar modal serta memperkuat ekosistem keuangan nasional.

Sebagai Pemegang Rekening KSEI dan Bullion Bank, Pegadaian juga berpeluang mengoptimalkan aktivitas pinjam meminjam efek untuk mendukung pengembangan ETF Emas sekaligus meningkatkan likuiditas dan efisiensi transaksi di pasar modal.

Kemitraan tersebut dijalankan berdasarkan Surat Keputusan Direksi KSEI Nomor KEP-0014/DIR/KSEI/0224 dengan mekanisme yang berfungsi sebagai mitigasi risiko agar setiap penerbitan EGR memiliki dasar aset fisik yang akurat dan menghindari potensi ketidaksesuaian pencatatan.

Selain itu, status baru Pegadaian memungkinkan ETF Emas menjadi agunan melalui produk Pegadaian Gadai Efek yang telah melayani investor ritel dan institusi sejak 2019 dan sebelumnya menggunakan saham maupun obligasi yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia sebagai jaminan.

Implementasi EGR dan rencana peluncuran ETF Emas didukung oleh pertumbuhan investasi emas sebesar 56,7 persen sepanjang 2025 dalam denominasi rupiah di tengah meningkatnya peran emas sebagai aset safe haven pada masa ketidakpastian global.

Potensi pengembangan ETF Emas juga diperkuat oleh posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan cadangan emas terbesar di dunia serta hasil survei internal Bursa Efek Indonesia terhadap 515 investor individu dan 67 investor institusi yang menempatkan ETF berbasis emas sebagai produk paling menarik untuk segera diterbitkan.

Jumlah investor pasar modal yang meningkat dari 7,49 juta pada 2021 menjadi 20,35 juta pada akhir 2025 dan kembali naik menjadi 28,19 juta hingga 8 Juni 2026 turut memperbesar peluang pengembangan instrumen tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan itu turut digelar sesi talkshow interaktif yang menghadirkan panelis dari Pegadaian, analis perbankan, dan Bursa Efek Indonesia dengan KSEI sebagai moderator, sementara kedua institusi sepakat terus mengeksplorasi peluang kerja sama strategis lainnya untuk memperkuat sinergi jangka panjang.

Penulis :
Shila Glorya