HOME  ⁄  Ekonomi

BP BUMN Nilai IHSG Tembus Level 6.000 Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Ekonomi Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BP BUMN Nilai IHSG Tembus Level 6.000 Cerminkan Kepercayaan Investor terhadap Ekonomi Indonesia
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz/pri..)

Pantau - Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan keberhasilan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level psikologis 6.000 menjadi bukti tingginya kepercayaan investor global dan domestik terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Dony Sebut Saham BUMN Dorong Penguatan IHSG

Dony mengapresiasi kebangkitan pasar modal yang berlangsung bersamaan dengan penguatan nilai tukar rupiah ke kisaran Rp17.900 per dolar Amerika Serikat.

Ia mengungkapkan, “Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita."

Menurutnya, penguatan IHSG turut ditopang oleh kinerja positif saham-saham badan usaha milik negara, terutama di sektor pertambangan, perbankan pelat merah (Himbara), dan Telkom, yang mencatatkan akumulasi pembelian besar dari investor domestik maupun asing.

Ia mengatakan, “Melihat pergerakan IHSG yang melesat hijau menembus 6.000 dan nilai tukar rupiah yang kembali menguat hari ini, kita patut bersyukur dan bangga. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar.”

Stabilitas Pasar Dinilai Berdampak pada Ekonomi Riil

Dony menilai dominasi saham BUMN dalam mendorong laju IHSG mencerminkan fundamental bisnis yang sehat berkat transformasi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Ia mengungkapkan, “Bagi masyarakat luas, stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok terkendali, dan aliran investasi akan bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru yang lebih luas. Hilangkan keraguan, mari bersama-sama kita jaga optimisme."

Menurutnya, momentum positif tersebut juga didukung sinergi pemerintah dan otoritas terkait, termasuk keputusan Bank Indonesia pada 9 Juni 2026 yang menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen sehingga membantu memulihkan kepercayaan pasar.

Dony menegaskan, “Momentum positif ini menandakan bahwa kebijakan yang sedang dijalankan berada di jalur yang tepat. Iklim investasi yang stabil adalah kunci menarik kemitraan strategis bernilai tinggi.”

Penulis :
Ahmad Yusuf