HOME  ⁄  Ekonomi

Bandara Banyuwangi Salurkan Bantuan untuk Sanggar Gandrung Osing Demi Lestarikan Budaya Lokal

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bandara Banyuwangi Salurkan Bantuan untuk Sanggar Gandrung Osing Demi Lestarikan Budaya Lokal
Foto: (Sumber :Penyerahan bantuan secara simbolis program TJSL PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Banyuwangi, Jawa Timur, kepada Sanggar Gandrung Osing Kemiren. ANTARA/HO-Bandara Banyuwangi.)

Pantau - PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Banyuwangi menyalurkan bantuan dana untuk pembelian alat musik tradisional kepada Sanggar Gandrung Osing Kemiren melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai upaya mendukung pelestarian budaya daerah.

Dukungan CSR untuk Pelaku Seni dan Budaya Banyuwangi

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Community Upskilling for Aviation yang bertujuan memberdayakan komunitas lokal agar berkembang secara mandiri dan memiliki daya saing.

General Manajer Bandara Banyuwangi Mohamad Holik Muardi mengatakan pelestarian budaya menjadi bagian penting dari pembangunan berkelanjutan yang memerlukan dukungan berbagai pihak.

“Pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan yang perlu didukung oleh seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Holik.

Ia menjelaskan Bandara Banyuwangi tidak hanya berfungsi sebagai gerbang transportasi udara, tetapi juga menjadi etalase budaya dan potensi daerah.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Sanggar Gandrung Osing Kemiren dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

BWX Sky Fest 2.0 Angkat Potensi Kopi dan Ekonomi Kreatif

Penyaluran bantuan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan BWX Sky Fest 2.0 bertema “Majestic Coffee of Banyuwangi” yang digelar untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif, promosi kopi lokal, serta pemberdayaan pelaku usaha dan komunitas kopi.

Festival itu menghadirkan berbagai kegiatan seperti talkshow industri kopi, kompetisi penyeduhan kopi, serta pameran dan bazar UMKM yang menampilkan produk unggulan Banyuwangi.

Holik menyatakan kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi bagi petani kopi, pelaku UMKM, komunitas kreatif, pelaku pariwisata, hingga generasi muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“BWX Sky Fest 2.0 merupakan bentuk dukungan kami terhadap pengembangan ekosistem ekonomi kreatif daerah, kami ingin mengangkat potensi kopi lokal sebagai kebanggaan daerah sekaligus mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu wadah kolaborasi yang produktif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Sanggar Gandrung Osing Kemiren Mohamad Edi Saputra menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan dan mengatakan, “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan, dukungan ini sangat berarti bagi kami untuk terus menjaga dan mengembangkan serta memperkenalkan budaya Osing kepada masyarakat luas. Bantuan alat musik dan perlengkapan pementasan akan sangat mendukung aktivitas sanggar dalam melestarikan seni tradisi sekaligus membina generasi muda agar tetap mencintai budaya daerahnya,” ungkapnya.

Penulis :
Aditya Yohan