
Pantau - Pemerintah Provinsi Banten mencatat tren pertumbuhan ekonomi yang positif seiring komitmen membangun infrastruktur jalan di kawasan perdesaan melalui program Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra yang ditujukan untuk membuka akses dan memperkuat konektivitas antarwilayah.
Program Jalan Desa Diperluas untuk Mendukung Mobilitas Masyarakat
Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa pembukaan akses desa melalui program Jalan Desa Sejahtera merupakan intervensi strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat.
Ia mengungkapkan, “Jalan yang terbangun hari ini harus menjadi penghubung bagi tumbuhnya ekonomi, meningkatnya investasi, dan terbuka nya kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat desa. Tentu membangun Banten tidak bisa dilakukan sendiri, diperlukan kolaborasi semua pihak.”
Andra Soni mengatakan tingginya mobilitas masyarakat kerap tidak dapat sepenuhnya ditangani apabila hanya mengandalkan Dana Desa.
Ia menambahkan kebijakan tersebut juga selaras dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi.
Sepanjang 2025, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten telah menyelesaikan pembangunan 62 ruas jalan dan satu jembatan.
Total panjang infrastruktur yang dibangun pada 2025 mencapai 71 kilometer dengan anggaran sebesar Rp184 miliar.
Pada 2026, program tersebut dilanjutkan dengan alokasi anggaran Rp164 miliar untuk menangani 33 ruas jalan desa dengan total panjang 46,71 kilometer yang tersebar di enam kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
Infrastruktur Perdesaan Dinilai Berkontribusi pada Pertumbuhan Ekonomi
Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menjelaskan bahwa seluruh lokasi pembangunan merupakan usulan langsung dari pemerintah desa dan kelurahan yang telah melalui proses survei kelayakan.
Ia mengatakan, “Kami memastikan jalan tersebut tepat sasaran. Kriteria utamanya adalah jalan itu menunjang aktivitas vital masyarakat, seperti kemudahan akses ke sekolah, pelayanan kesehatan, pasar, hingga akses penunjang sektor pertanian.”
Menurut data statistik, pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan I 2026 mencapai 5,64 persen secara tahunan atau year-on-year.
Kelancaran logistik dan distribusi hasil pertanian melalui akses jalan yang lebih baik turut mendorong peningkatan produksi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hingga 17,88 persen.
Dampak terhadap kesejahteraan masyarakat juga tercermin dari meningkatnya daya beli petani yang ditunjukkan oleh Indeks Nilai Tukar Petani Banten pada akhir 2025 sebesar 111,81 persen.
Nilai Tukar Usaha Pertanian Banten pada periode yang sama tercatat mencapai 117,43 persen.
- Penulis :
- Leon Weldrick





