
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan berdialog dengan para petani di Kabupaten Aceh Besar untuk mengecek harga gabah dan ketersediaan pupuk subsidi dalam kegiatan Rembuk Tani yang diikuti sekitar 100 petani di area persawahan sekitar Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang.
Harga Gabah dan Kondisi Pupuk Jadi Sorotan
Dalam dialog tersebut, Zulkifli Hasan menanyakan kondisi harga gabah di Aceh Besar serta kelancaran distribusi pupuk subsidi kepada para petani.
Ia mengungkapkan, “Harga gabah di Aceh Besar berapa. Presiden Prabowo menetapkan harga gabah Rp6.500 per kilogram. Bagaimana dengan persediaan dan distribusi pupuk apakah lancar. Kalau tidak, sampaikan kepada saya.”
Menurut Zulkifli Hasan, harga gabah di Aceh saat ini telah mencapai Rp7.000 per kilogram sehingga dinilai memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani.
Ia mengatakan, “Harga gabah di Aceh Rp7.000. dengan harga tersebut tentu petani lebih senang. Dulu, harga gabah murah ribut terus, Menko Pangan disebut tidak berpihak. Kini, harga lebih baik dan mari kita berterima kasih kepada Bapak Prabowo.”
Pemerintah berharap harga gabah yang lebih tinggi dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan mendukung kesejahteraan petani.
Pemerintah Klaim Dorong Swasembada Pangan dan Perbaiki Distribusi Pupuk
Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bertekad mewujudkan swasembada pangan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian petani.
Ia mengungkapkan, “Era sebelumnya, kalau tidak ada beras, maka impor. Kalau mengimpor beras, maka yang diuntungkan adalah petani luar negeri. Kalau swasembada dan tidak impor, yang senang petani dalam negara.”
Selain harga gabah, pemerintah juga memfokuskan perhatian pada distribusi pupuk subsidi yang disebut telah dibenahi melalui penyederhanaan regulasi dari 154 menjadi tiga aturan agar penyalurannya lebih mudah diakses petani.
Zulkifli Hasan mengatakan, “Begitu juga dengan harga, pemerintahan sekarang mampu memangkas harga yang sebelumnya Rp112 ribu menjadi Rp90 ribu per lima kilogram. Jadi dapat diskon hingga 20 persen.”
Ia juga menyebut kebijakan pemerintah di sektor pangan berdampak positif terhadap produksi padi, dengan Indonesia yang pada 2024 mengimpor sekitar 4,5 juta ton beras disebut tidak lagi melakukan impor pada 2025 dan kini mengalami surplus.
Menurut Zulkifli Hasan, “Berkat para petani, Indonesia surplus beras mencapai 4,2 juta ton. Kini, yang senang adalah petani Indonesia dan yang susah petani luar negeri karena pemerintah tidak lagi membeli beras petani negara lain.”
- Penulis :
- Shila Glorya





