
PANTAU - Kementerian Keuangan merespons tuntutan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia yang meminta pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan menegaskan bahwa evaluasi terhadap berbagai program prioritas yang dibiayai APBN sedang dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran.
Kementerian Keuangan Tegaskan Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Deni Surjantoro menyampaikan pemerintah saat ini tengah mengevaluasi berbagai program prioritas yang didanai APBN. Ia menjelaskan bahwa evaluasi tersebut bertujuan agar penggunaan anggaran menjadi lebih efisien dan lebih efektif. Selain itu, pemerintah juga melakukan perbaikan terhadap tata kelola pelaksanaan berbagai program prioritas.
Deni menyampaikan apresiasi terhadap aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan masyarakat.
“Kami tentunya sangat berterima kasih atas masukan dan aspirasi mahasiswa dan masyarakat,” ungkap Deni.
Pemerintah juga bekerja sama dengan aparatur pengawasan dan aparat penegak hukum untuk mengevaluasi pelaksanaan program-program prioritas tersebut.
Lima Tuntutan Disampaikan dalam Aksi Mahasiswa
Pada hari sebelumnya, BEM Universitas Indonesia bersama sejumlah elemen mahasiswa lainnya menggelar aksi penyampaian pendapat bertajuk Menuju Indonesia Bangkrut.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah. Tuntutan pertama meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN. Tuntutan kedua menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Tuntutan ketiga meminta penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Tuntutan keempat mendesak penghentian militerisme di ranah sipil. Tuntutan kelima meminta Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya.
Sebagai respons atas aspirasi tersebut, Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap program prioritas, berupaya meningkatkan efisiensi penggunaan APBN, memperbaiki tata kelola pelaksanaannya, serta menghargai masukan dari mahasiswa dan masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka





