
Pantau - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menegaskan pemerintah mengupayakan investasi yang masuk ke Indonesia merupakan investasi berkualitas yang mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional maupun daerah.
Fokus pada Nilai Tambah dan Implementasi
Rosan mengatakan strategi pemerintah tidak hanya mengejar besarnya nilai investasi, tetapi juga memastikan penanaman modal tersebut mampu menciptakan nilai tambah, mempercepat realisasi proyek, dan memperkuat struktur ekonomi.
“Strategi investasi kami tidak hanya semata-mata mengejar besar nominasi atau nominal, tapi juga menargetkan bagaimana investasi yang masuk adalah investasi yang berkualitas, di saat bersamaan juga realisasi atau akselerasi implementasi, serta kontribusi terhadap penguatan ekonomi baik di daerah maupun di nasional,” ungkapnya.
Ia menjelaskan pemerintah menetapkan target investasi sebesar Rp13.032,8 triliun pada periode 2025–2029 untuk mendukung sasaran pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Realisasi Investasi Tumbuh dan Serap Tenaga Kerja
BKPM mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya serta telah memenuhi sekitar 24,4 persen dari target investasi tahun 2026.
Realisasi tersebut juga menyerap sekitar 700 ribu tenaga kerja langsung dengan kontribusi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp248,8 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sekitar Rp250 triliun.
Rosan menambahkan pemerintah akan terus mendorong investasi pada sektor strategis bernilai tambah tinggi seperti semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan hilirisasi berbasis rumput laut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





