
Pantau - Klaim di media sosial yang menyebut Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia meminta masyarakat menggunakan solar karena harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dipastikan tidak benar dan merupakan informasi hoaks.
Unggahan tersebut menampilkan foto Dwi Anggia disertai narasi yang berbunyi, “Pertamax Jadi Rp 16.250 per Liter. Dwi Anggia, selaku Jubir Menteri ESDM : Ada Solar Yang Murah, Pakai Itu Saja. Sama-Sama BBM kan?”, namun tidak didukung oleh pernyataan resmi dari Kementerian ESDM.
Pernyataan Asli Berbeda dengan Narasi yang Beredar
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pemberitaan maupun keterangan resmi yang menyatakan Dwi Anggia pernah mengimbau masyarakat beralih menggunakan solar sebagai pengganti Pertamax.
Foto yang digunakan dalam unggahan tersebut merupakan dokumentasi saat Dwi Anggia diwawancarai di kantor Kementerian ESDM di Jakarta pada 11 Juni 2026 mengenai kebijakan harga bahan bakar minyak.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa harga Pertamax masih berada di bawah harga keekonomian dibandingkan BBM setara RON 92 di sejumlah negara tetangga yang berkisar Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter.
Klarifikasi Status Pertamax sebagai BBM Non-Subsidi
Dwi Anggia juga menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi dipengaruhi kondisi geopolitik global yang berdampak pada harga minyak dunia.
Ia menegaskan Pertamax merupakan BBM non-subsidi yang penetapan harganya mengikuti mekanisme pasar, berbeda dengan BBM bersubsidi yang mendapat dukungan pemerintah.
Dengan demikian, narasi yang menyebut Juru Bicara Kementerian ESDM meminta masyarakat menggunakan solar karena harga Pertamax naik merupakan informasi yang telah disunting dan tidak sesuai dengan konteks aslinya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





