billboard mobile
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.845 per Dolar AS Seiring Meningkatnya Prospek Kenaikan Suku Bunga The Fed

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Melemah ke Rp17.845 per Dolar AS Seiring Meningkatnya Prospek Kenaikan Suku Bunga The Fed
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye.)

Pantau - Nilai tukar rupiah melemah 51 poin atau 0,29 persen menjadi Rp17.845 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Jumat pagi seiring meningkatnya prospek kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

Prospek Kenaikan Suku Bunga The Fed Dorong Penguatan Dolar AS

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah tertekan akibat menguatnya dolar AS yang didorong ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang masih kembali menguat oleh meningkatnya prospek kenaikan suku bunga The Fed pasca FOMC,” ungkap Lukman Leong.

Menurut dia, prospek tersebut muncul karena tingkat inflasi Amerika Serikat masih berada di angka 4,2 persen atau jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen.

Rupiah pada Jumat pagi tercatat berada di level Rp17.845 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.794 per dolar AS.

Mengutip Anadolu, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan komitmen bank sentral untuk mencapai target stabilitas harga sebesar 2 persen.

Ia menyampaikan target inflasi 2 persen tetap menjadi tujuan jangka panjang dan tidak akan ditinjau kembali sebelum berhasil dicapai.

Selain itu, indeks dolar AS dilaporkan mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir.

Sentimen Global dan Domestik Pengaruhi Pergerakan Rupiah

Lukman menjelaskan kekhawatiran terhadap belum pulihnya pasokan minyak mentah dunia akibat perang turut mendukung penguatan dolar AS.

Di sisi lain, kesepakatan damai tahap pertama antara Amerika Serikat dan Iran dinilai memberikan sentimen positif bagi rupiah.

“Kesepakatan damai tahap pertama ini tentunya mendukung rupiah, namun untuk jangka pendek memang fluktuasi seperti ini terjadi, investor masih memberikan perhatian pada prospek suku bunga The Fed,” katanya.

Dari dalam negeri, keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market dinilai memberikan dukungan terhadap stabilitas rupiah.

Keputusan Bank Indonesia menaikkan BI-Rate juga dianggap penting untuk menjaga nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal.

Rupiah Diperkirakan Bergerak di Kisaran Rp17.800-Rp17.900

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih berada dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS.

Perhatian pelaku pasar diperkirakan tetap tertuju pada arah kebijakan suku bunga The Fed serta perkembangan kondisi geopolitik global yang memengaruhi pergerakan mata uang utama dunia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Kemenkeu 2026