
Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada perdagangan Jumat pagi, 19 Juni 2026, seiring tekanan di pasar keuangan global dan penguatan mata uang AS.
Rupiah tercatat berada di level Rp17.845 per dolar AS pada pukul pagi, melemah 51 poin atau 0,29 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.794 per dolar AS.
Rupiah Kembali Tertekan di Pasar Valas
Pelemahan kurs rupiah terjadi di tengah dinamika pasar yang masih dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat.
Pergerakan mata uang Garuda tersebut menunjukkan tekanan lanjutan setelah sebelumnya juga mengalami pelemahan pada perdagangan beberapa hari terakhir.
Data perdagangan menunjukkan nilai tukar rupiah bergerak turun dari posisi penutupan Kamis, menandakan permintaan terhadap dolar AS masih relatif tinggi.
Pasar Menanti Arah Kebijakan The Fed
Pelaku pasar saat ini mencermati prospek suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang dinilai masih berpotensi bertahan pada level tinggi.
Ekspektasi kebijakan moneter AS tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Pergerakan nilai tukar selanjutnya diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen global, arah suku bunga AS, serta kondisi pasar keuangan internasional dalam beberapa waktu ke depan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








