billboard mobile
HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia dan Kuwait Perkuat Ketahanan Energi, Perdagangan dan Investasi Turut Meningkat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Indonesia dan Kuwait Perkuat Ketahanan Energi, Perdagangan dan Investasi Turut Meningkat
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Alyassin di Jakarta, Jumat 19/6/2026 (sumber: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

Pantau - Indonesia dan Kuwait memperkuat kerja sama di bidang ketahanan energi untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang masih berlangsung, sebagaimana dibahas dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Alyassin di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Airlangga menegaskan hubungan diplomatik Indonesia dan Kuwait memiliki fondasi yang kuat sehingga menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama bilateral di berbagai sektor.

“Indonesia dan Kuwait memiliki hubungan diplomatik dengan fondasi yang kuat. Hal ini penting dalam memperluas kerja sama bilateral. Kedua negara sepakat untuk terus bekerja sama dalam ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik”, ungkap Airlangga.

Kerja Sama Energi Semakin Diperkuat

Kerja sama energi Indonesia dan Kuwait telah berjalan melalui sejumlah proyek strategis di sektor minyak dan gas bumi (migas).

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah keterlibatan Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) dalam delapan kegiatan eksplorasi migas di Indonesia.

Proyek eksplorasi yang melibatkan KUFPEC berada di Pulau Buton, Laut Natuna, dan Kalimantan Timur.

Selain itu, konsorsium KUFPEC Indonesia BV juga melakukan kegiatan eksplorasi migas di wilayah Anambas.

Penguatan kerja sama energi kedua negara turut didukung melalui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Kerja Sama Migas dan Petrokimia yang telah disepakati sejak tahun 2019.

FTA Indonesia-GCC Didorong Rampung Tahun Ini

Selain sektor energi, Indonesia dan Kuwait juga memiliki sejumlah kesepakatan kerja sama lain berupa MoU Pembentukan Komisi Bersama, MoU Kerja Sama Ekonomi dan Teknik tahun 2007, serta MoU Kerja Sama Perdagangan tahun 2007.

Duta Besar Khalid menilai berbagai kesepakatan tersebut menunjukkan pentingnya peran Indonesia bagi Kuwait, khususnya dalam bidang ekonomi.

“Berbagai Nota Kesepahaman yang dimiliki kedua negara menunjukkan signifikansi peran Indonesia bagi Kuwait, khususnya di bidang ekonomi”, ujar Khalid.

Kedua negara juga sepakat mendorong percepatan penyelesaian perundingan Indonesia–GCC Free Trade Agreement (FTA) yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.

Hubungan ekonomi Indonesia dan Kuwait menunjukkan tren positif dengan total perdagangan kedua negara pada tahun 2025 mencapai 606 juta dolar AS.

Nilai perdagangan tersebut meningkat 10,69 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 547,5 juta dolar AS.

Investasi Kuwait di Indonesia juga naik signifikan dari 290 ribu dolar AS pada tahun 2024 menjadi 1,2 juta dolar AS pada tahun 2025.

Investasi Kuwait di Indonesia pada tahun 2025 didominasi oleh sektor migas.

Penulis :
Arian Mesa
Kemenkeu 2026