
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong penguatan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) sebagai nilai tambah karya kreatif sekaligus motor penggerak pengembangan ekosistem ekonomi kreatif nasional melalui penyelenggaraan Indonesia Game Expo (IGX) dan Indonesia Diecast Expo (IDE) 2026.
Riefky menyatakan pemerintah mendukung kedua ajang tersebut karena dinilai mampu mendorong lahirnya IP lokal di subsektor gim dan kriya yang memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar nasional maupun internasional.
“Di sisi lain, kami ingin memperkuat IP yang lahir dari konten serta para exhibitor lokal yang terlibat. Kementerian Ekraf siap mengolaborasikan IGX dan IDE dengan berbagai mitra strategis guna memperkuat penyelenggaraan event-event kreatif di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.
IGX dan IDE Jadi Wadah Pengembangan Talenta
Menekraf menilai keberlanjutan sebuah acara kreatif dan lahirnya IP dari para pelaku industri menjadi aspek penting yang perlu terus mendapat dukungan pemerintah.
IGX merupakan perayaan tahunan budaya populer yang menggabungkan anime, gim, dan komik dalam satu platform pengalaman interaktif bagi pengunjung.
Sementara itu, IDE dikenal sebagai pusat komunitas dan kolektor diecast terbesar di Asia Tenggara yang menjadi wadah bagi para kreator dan penggemar produk miniatur kendaraan.
Account Executive Langgeng Pariwara Internasional Irfanda Fikiransyah mengatakan IDE 2026 akan mengusung semangat kebersamaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis talenta lokal.
“Indonesia memiliki banyak customizer berbakat, dan beberapa di antaranya bahkan telah dipercaya untuk berkolaborasi dengan brand diecast ternama. Hal ini menunjukkan bahwa talenta kreatif Indonesia memiliki daya saing yang kuat di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.
Dorong Apresiasi terhadap Karya Anak Bangsa
Irfanda menjelaskan IDE 2026 dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang interaktif sehingga pengunjung dapat mencoba berbagai produk dan mengenal kualitas karya lokal secara langsung.
Sementara itu, CEO IGX Andry Gosal mengatakan ajang tersebut hadir untuk menunjukkan luasnya ekosistem pop culture yang mencakup hiburan hingga berbagai produk kreatif berbasis IP.
Menurut Andry, pengunjung tidak hanya diajak berbelanja atau melihat produk, tetapi juga memperoleh pengalaman yang memperkuat apresiasi terhadap karya kreatif Indonesia.
“Karena itu, kami tidak ingin pengunjung hanya datang untuk berbelanja atau sekadar melihat-lihat, tetapi juga memperoleh pengalaman yang berkesan dan mendorong apresiasi terhadap karya anak bangsa,” katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





