HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina Berdayakan Warga Kelola Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Sumsel dan Jateng

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pertamina Berdayakan Warga Kelola Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Sumsel dan Jateng
Foto: (Sumber :Tanaman eceng gondok. ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga.)

Pantau - PT Pertamina Patra Niaga memberdayakan masyarakat di Sumatera Selatan dan Jawa Tengah untuk mengelola tanaman eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Program tersebut dijalankan sebagai upaya mengubah tanaman gulma yang selama ini dianggap masalah lingkungan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan program pemberdayaan itu dirancang untuk menciptakan peluang ekonomi berbasis potensi lokal.

“Melalui program pemberdayaan itu, pihaknya berupaya mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang, yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi daerah,” ujarnya.

Eceng Gondok Diolah Jadi Pengharum Ruangan

Di Sumatera Selatan, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju bersama kelompok Anak-Anak Kreatif Untuk Bangsa (Ankubas) menjalankan program Eceng Gondok Research and Creative Center (ERCC) sejak 2023.

Melalui program tersebut, biomassa eceng gondok diolah menjadi produk pengharum ruangan bernama Ankubas Scents.

Produk tersebut dipasarkan melalui jaringan usaha lokal, mitra pencucian mobil, serta platform digital.

Hingga 2025, omzet penjualan Ankubas Scents telah mencapai Rp50 juta dengan jangkauan pemasaran di Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Lahat.

Boyolali Kembangkan Pupuk, Pakan, dan Biogas

Di Jawa Tengah, Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Adi Sumarmo menjalankan program Ecobiz Cengklik sejak 2022 di Desa Sobokerto, Kabupaten Boyolali.

Program ini mengolah eceng gondok menjadi pupuk organik, pakan ternak, pakan ikan, serta biogas.

Selain itu, program tersebut mendukung pertanian berkelanjutan melalui pembangunan sumur submersible bertenaga surya untuk irigasi dan inovasi BERSIH atau Bak Pencuci Sayur Higienis.

Hingga kini, Ecobiz Cengklik telah memberikan manfaat kepada 88 penerima manfaat langsung, membentuk satu kelompok tani baru, dan membantu memperbaiki kualitas lingkungan waduk.

Salah satu penggerak program, Khoirul Huda, mengatakan pihaknya ingin meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai inovasi yang dikembangkan.

“Saya bersama teman-teman ingin bahwa petani bisa sejahtera dan menjadi petani adalah pilihan,” ungkapnya.

Dorong Dampak Berkelanjutan

Roberth menilai keberhasilan program ERCC dan Ecobiz Cengklik sejalan dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG yang diterapkan perusahaan.

“Melalui ERCC dan Ecobiz Cengklik, kami melihat bagaimana masyarakat mampu menjadi aktor utama dalam menciptakan perubahan,” katanya.

Ia menambahkan, “Inilah wujud komitmen Pertamina Patra Niaga untuk tumbuh bersama masyarakat dan menciptakan dampak yang berkelanjutan.”

Program tersebut menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan melalui inovasi dan pemberdayaan berbasis komunitas.

Penulis :
Ahmad Yusuf