HOME  ⁄  Ekonomi

KAI Catat 118 Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Dipicu Pengendara yang Menerobos Palang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

KAI Catat 118 Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Dipicu Pengendara yang Menerobos Palang
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Petugas memeriksa kondisi rangkaian kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta yang anjlok di Poris, Kota Tangerang, Banten, Jumat (20/2/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym/pri..)

Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 134 kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang hingga 22 Juni 2026, dengan 118 kejadian atau 88 persen di antaranya dipicu tindakan pengguna jalan yang menerobos palang perlintasan.

Mayoritas Kecelakaan Berawal dari Pelanggaran Pengguna Jalan

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan tingginya angka kecelakaan tersebut menjadi pengingat pentingnya disiplin masyarakat, terutama saat mobilitas meningkat pada masa libur sekolah.

Anne mengungkapkan, "Berdasarkan data KAI (dari Januari) hingga 22 Juni 2026, terdapat 134 kecelakaan di perlintasan sebidang. Dari jumlah tersebut, 118 kejadian atau 88 persen dipicu tindakan menerobos."

Selain tindakan menerobos, KAI mencatat tujuh kecelakaan disebabkan kendaraan mogok dan enam kejadian dipicu palang pintu terlambat atau tidak tertutup.

Anne mengajak seluruh pengguna jalan membiasakan perilaku aman saat melintasi perlintasan sebidang.

Ia mengatakan, "KAI mengajak pengguna jalan membangun kebiasaan selamat yaitu berhenti sejenak, tengok kanan-kiri, dengarkan sekitar, patuhi isyarat, lalu melintas setelah benar-benar aman."

Anne juga mengingatkan, "Bila palang mulai menutup, sirine berbunyi, atau petugas memberi isyarat berhenti, jangan mencari celah."

Korban Meninggal Masih Menjadi Alarm Keselamatan

KAI mencatat hingga 22 Juni 2026 terdapat 113 korban akibat kecelakaan di perlintasan sebidang, terdiri atas 48 orang meninggal dunia, 29 orang luka berat, dan 36 orang luka ringan.

Sebanyak 134 kendaraan terdampak dalam kecelakaan tersebut, yang terdiri dari 77 sepeda motor dan 57 mobil.

Data KAI menunjukkan 62 kecelakaan terjadi di perlintasan berpintu, sedangkan 72 kejadian terjadi di perlintasan tanpa pintu.

Dibandingkan periode yang sama pada 2025, jumlah kecelakaan turun dari 138 menjadi 134 kejadian atau turun tiga persen.

Jumlah kendaraan terdampak juga turun dari 144 menjadi 134 unit, sementara jumlah korban menurun dari 151 menjadi 113 orang atau turun 25 persen.

Meski tren menunjukkan perbaikan, KAI menilai 48 korban meninggal dunia tetap menjadi peringatan serius sehingga perusahaan terus memperkuat sosialisasi keselamatan bersama pemerintah daerah, kepolisian, dinas perhubungan, sekolah, komunitas, dan keluarga.

Penulis :
Ahmad Yusuf