
Pantau - PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah melakukan proses lelang sejumlah paket pekerjaan konstruksi lintas Timur-Barat yang akan menghubungkan Medan Satria di Bekasi dengan Tomang di Jakarta Barat.
Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud mengatakan proses penawaran atau bidding sedang berlangsung untuk pembangunan beberapa paket pekerjaan pada proyek tersebut.
"Saat ini kita sedang membangun jalur Timur-Barat, Medan Satria-Tomang yang sekarang sedang dilakukan bidding untuk membangun beberapa paket pekerjaan," kata Farchad Mahfud dalam peresmian Stasiun MRT Blok A Visa Jakarta, Selasa.
MRT Siapkan Jalur Bawah Tanah dan Depo
Pembangunan lintas Timur-Barat dilakukan secara paralel dengan proyek perpanjangan lintas Utara-Selatan MRT Jakarta menuju kawasan Kota.
Salah satu paket pekerjaan yang dipersiapkan dalam proyek lintas Timur-Barat adalah pembangunan bagian bawah tanah atau underground section.
Bagian bawah tanah tersebut direncanakan membentang dari kawasan perempatan Bank Indonesia di sekitar Thamrin-Kebon Sirih menuju kawasan Kwitang-Senen.
Selain pembangunan jalur dan stasiun, MRT Jakarta tengah mempersiapkan pembangunan depo di wilayah Jakarta bagian timur.
Pembangunan depo tersebut menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur untuk mendukung operasional lintas Timur-Barat.
Lintas Timur-Barat direncanakan memiliki 27 stasiun, yakni Kembangan, Batu Mulia, Teknologi, Kebon Jeruk, Tanjung Duren, Arjuna Selatan, Tomang, Grogol, Roxy, Petojo, Cideng, Thamrin, Kebon Sirih, Kwitang, Senen, Galur, Cempaka Baru, Sumur Batu, Pakulonan Barat, Pakulonan Timur, Perintis, Pulogadung, Penggilingan, Cakung Barat, Pulo Gebang, Ujung Menteng, dan Medan Satria.
Lintas tersebut direncanakan mulai beroperasi pada 2031 dan diperkirakan mampu melayani sekitar 284.000 penumpang per hari.
MRT Menuju Kota Ditargetkan Rampung 2029
Sementara itu, pembangunan perpanjangan MRT lintas Utara-Selatan menuju Kota telah mencapai sekitar 63 persen.
Perpanjangan tersebut ditargetkan membuat layanan MRT Jakarta dapat menjangkau kawasan Kota pada 2029.
Sejak mulai beroperasi pada 2019, jumlah pengguna MRT Jakarta juga mengalami peningkatan signifikan dari sekitar 70.000 menjadi sekitar 135.000 penumpang per hari.
Tingkat ketepatan waktu atau on-time performance MRT Jakarta tercatat mencapai 99,9 persen.
Kinerja tersebut menjadi bagian dari upaya MRT Jakarta mendorong masyarakat beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Selain memperluas jaringan transportasi, MRT Jakarta mengembangkan kawasan dengan skema pembiayaan kreatif atau creative financing tanpa mengandalkan pendanaan dari fiskal daerah maupun negara.
- Penulis :
- Shila Glorya



