HOME  ⁄  Ekonomi

PNM Menegaskan Budaya Kepatuhan untuk Memperkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Pelaku Usaha Mikro

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

PNM Menegaskan Budaya Kepatuhan untuk Memperkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Pelaku Usaha Mikro
Foto: Ilustrasi - Pegawai PNM saat bertemu nasabah pembiayaan ultramikro (sumber: PNM)

Pantau - Wakil Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Sunar Basuki menegaskan budaya kepatuhan menjadi bagian penting dalam sistem kerja perusahaan guna menjaga kualitas layanan, memperkuat tata kelola, serta mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Tata Kelola Menjadi Fondasi Layanan PNM

PNM menyatakan tata kelola perusahaan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan pembiayaan kepada pelaku usaha mikro berjalan secara sehat, akuntabel, dan berkelanjutan.

Sunar Basuki mengungkapkan, "Bagi PNM, tata kelola yang baik bukan hanya soal aturan yang harus dipenuhi, tetapi tentang menjaga kepercayaan."

PNM menegaskan prinsip tata kelola yang baik tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi.

Prinsip tersebut juga memastikan setiap proses bisnis berlangsung secara transparan.

Setiap proses bisnis harus dapat dipertanggungjawabkan.

Tata kelola perusahaan juga mengedepankan pelayanan yang adil kepada masyarakat.

Dengan tata kelola yang kuat, lembaga pembiayaan memiliki fondasi untuk mengelola risiko.

Tata kelola yang kuat juga membantu meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.

Budaya Kepatuhan Diterapkan hingga Tingkat Lapangan

Sunar Basuki mengungkapkan, "Setiap insan PNM, dari kantor pusat hingga lapangan, memiliki peran untuk memastikan proses bisnis berjalan dengan benar, transparan, dan membawa manfaat bagi nasabah. Karena pelayanan yang baik harus dimulai dari cara kerja yang bertanggung jawab."

Ia menambahkan penerapan prinsip tata kelola menjadi semakin penting bagi lembaga yang melayani masyarakat secara langsung hingga ke tingkat desa.

Konsistensi tata kelola akan menentukan keberlanjutan program pemberdayaan.

Konsistensi tata kelola juga menjaga kualitas pendampingan usaha.

Konsistensi tata kelola memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pembiayaan.

PNM saat ini mendampingi lebih dari 23,3 juta perempuan prasejahtera melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Perusahaan menempatkan budaya kepatuhan sebagai bagian dari sistem kerja yang diterapkan di seluruh jenjang organisasi.

Budaya kepatuhan diterapkan mulai dari manajemen hingga petugas pendamping di lapangan.

Sunar Basuki menyampaikan tata kelola perusahaan harus diwujudkan dalam praktik kerja sehari-hari.

Menurutnya, kualitas pelayanan kepada masyarakat bergantung pada integritas setiap insan perusahaan.

Komitmen tersebut tercermin melalui penghargaan The Corporate Governance Perception Index (CGPI) Award 2025.

Penghargaan tersebut menempatkan PNM dalam kategori Indonesia Most Trusted Companies.

Pengakuan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penerapan tata kelola perusahaan yang baik dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga yang menjalankan fungsi pemberdayaan ekonomi.

Penguatan budaya kepatuhan di sektor pembiayaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan.

Penguatan budaya kepatuhan juga diharapkan memperluas dampak ekonomi melalui layanan yang lebih terpercaya.

Budaya kepatuhan diharapkan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pelaku usaha mikro.

Budaya kepatuhan juga diharapkan menciptakan ekosistem pembiayaan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Penulis :
Arian Mesa