HOME  ⁄  Ekonomi

BEI Sebut Delapan Perusahaan Masih Mengantre IPO di Pasar Modal Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BEI Sebut Delapan Perusahaan Masih Mengantre IPO di Pasar Modal Indonesia
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom/pri..)

Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat delapan perusahaan yang masih berada dalam antrean atau pipeline untuk melaksanakan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia hingga 26 Juni 2026.

Mayoritas Perusahaan Beraset Besar

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, "Hingga saat ini, terdapat delapan perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI."

Dari delapan perusahaan tersebut, enam merupakan perusahaan beraset besar dengan nilai di atas Rp250 miliar, satu perusahaan beraset menengah dengan aset Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta satu perusahaan beraset kecil di bawah Rp50 miliar sesuai klasifikasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Berdasarkan sektor usaha, antrean IPO terdiri atas empat perusahaan sektor kesehatan, dua perusahaan sektor barang konsumen primer, satu perusahaan sektor barang konsumen nonprimer, dan satu perusahaan sektor infrastruktur.

Hingga 26 Juni 2026, BEI mencatat satu perusahaan telah melaksanakan IPO dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp306 miliar sehingga jumlah perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia mencapai 957 emiten.

Antrean Obligasi dan Rights Issue

Selain pencatatan saham, BEI juga mencatat telah diterbitkan 71 emisi dari 43 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp76,09 triliun hingga 26 Juni 2026.

Saat ini terdapat 48 emisi dari 33 penerbit EBUS yang masih berada dalam antrean penerbitan dari berbagai sektor usaha.

Untuk aksi rights issue atau Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), sebanyak empat perusahaan telah merealisasikan aksi korporasi tersebut dengan total nilai Rp3,89 triliun hingga 26 Juni 2026.

BEI juga mencatat masih terdapat satu perusahaan dari sektor properti yang berada dalam antrean untuk melaksanakan rights issue.

Penulis :
Ahmad Yusuf