
Pantau - Praktisi perdagangan aset kripto mengingatkan masyarakat untuk membiasakan melakukan verifikasi informasi dan riset mandiri sebelum mengambil keputusan terkait aset digital seiring meningkatnya berbagai modus penipuan berbasis teknologi, Selasa (30/6).
Ancaman Beralih dari Sistem ke Psikologis Pengguna
Chief Information Security Officer (CISO) Indodax, Ledy, mengatakan perkembangan teknologi keamanan telah mengubah pola ancaman di ekosistem aset kripto dari yang sebelumnya menyasar kelemahan sistem menjadi mengeksploitasi aspek psikologis pengguna.
Ia mengungkapkan, “Banyak orang masih menganggap ancaman terbesar berasal dari peretasan sistem pada exchange. Padahal, dalam beberapa kasus yang terjadi belakangan, pelaku justru memperoleh akses karena korban secara tidak sadar memberikan informasi penting atau mengklik tautan berbahaya yang menyerupai layanan resmi.”
Menurutnya, perkembangan artificial intelligence (AI) membuat berbagai modus penipuan semakin meyakinkan melalui teknologi deepfake, voice cloning, iklan palsu di media sosial, manipulasi hasil pencarian (AI search engine repositioning), hingga penyamaran sebagai Customer Support (CS) resmi melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.
Literasi Keamanan Digital Perlu Ditingkatkan
Ledy menegaskan bahwa membangun security atau cyber hygiene melalui kebiasaan memverifikasi informasi, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta mengenali berbagai bentuk manipulasi menjadi langkah penting untuk melindungi pengguna aset digital.
Ia mengatakan, “Platform dapat menyediakan berbagai sistem lapisan keamanan. Namun pada akhirnya, setiap keputusan tetap berada di tangan pengguna. Karena itu, kami selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dan selalu melakukan verifikasi sebelum memberikan informasi ataupun mengambil keputusan terkait aset digital.”
Ia menambahkan peningkatan literasi keamanan digital harus berjalan seiring dengan penguatan teknologi agar masyarakat mampu mengenali praktik social engineering, phishing, deepfake, hingga penyalahgunaan identitas digital yang semakin marak.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





