HOME  ⁄  Ekonomi

Panen Edamame Warga Binaan Lapas Lombok Barat Laris, 400 Kilogram Habis Terjual dalam Sehari

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Panen Edamame Warga Binaan Lapas Lombok Barat Laris, 400 Kilogram Habis Terjual dalam Sehari
Foto: Petugas bersama warga binaan menunjukkan kedelai edamame hasil panen di lahan tanam Lapas Kelas II A Lombok Barat, NTB, Selasa 30/6/2026 (sumber: Lapas Lombok Barat)

Pantau - Sebanyak 400 kilogram kedelai edamame hasil budidaya warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, habis terjual dalam satu hari setelah panen ketiga pada Selasa (30/6), menjadi bukti tingginya minat pasar terhadap produk pertanian yang dihasilkan melalui program pembinaan berbasis pertanian.

Program Pembinaan Berbasis Pertanian Terus Dikembangkan

Kepala Lapas Kelas II A Lombok Barat M. Fadli menjadikan keberhasilan tersebut sebagai motivasi untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis pertanian yang tidak hanya memberikan keterampilan kepada warga binaan, tetapi juga menghasilkan produk pertanian berkualitas yang mampu bersaing di pasaran.

M. Fadli mengungkapkan, "Alhamdulillah, panen ketiga pada Selasa (30/6) kemarin kembali membuahkan hasil yang sangat baik. Sebanyak 400 kilogram edamame habis terjual dalam sehari."

Ia menilai seluruh hasil panen yang laku terjual menjadi bukti bahwa produk budidaya warga binaan memiliki kualitas yang baik sekaligus menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap hasil pertanian yang diproduksi warga binaan.

M. Fadli mengatakan, "Untuk itu, kami optimistis target produksi tiga sampai empat ton hingga akhir masa panen dapat tercapai."

Target Produksi Empat Ton Masih Terus Dikejar

Keberhasilan panen tersebut dinilai tidak terlepas dari kerja sama seluruh jajaran Lapas dan warga binaan dalam mengelola lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) secara produktif.

Program pertanian melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bertujuan memberikan pengalaman dan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi bagi warga binaan.

M. Fadli mengungkapkan, "Melalui wadah ini kami ingin warga binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang bernilai ekonomi. Harapannya, mereka memiliki bekal untuk memulai hidup yang lebih mandiri setelah bebas."

Panen sebanyak 400 kilogram edamame dilakukan di atas lahan seluas 5 are yang merupakan bagian dari total area budidaya edamame seluas 0,9 hektare.

Proses panen dilakukan secara bertahap dan setelah panen ketiga masih tersisa lima kali panen lagi dengan target produksi keseluruhan hingga akhir masa panen mencapai sekitar 4 ton edamame.

Penulis :
Arian Mesa