
Pantau - Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, masih berupaya kembali ke negaranya secepat mungkin setelah rencana kepulangannya pada pekan lalu dilaporkan dibatalkan, sebagaimana dilaporkan RIA Novosti pada Rabu, 1 Juli 2026, mengutip Bloomberg.
Rencana Kepulangan Dibatalkan
Bloomberg, mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat, melaporkan Machado semula berencana kembali ke Venezuela melalui Pulau Curacao pada pekan lalu.
Menurut laporan tersebut, rencana itu dibatalkan setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal tidak mendukung kepulangan Machado pada saat itu.
Bloomberg melaporkan posisi pemerintahan Trump tersebut disampaikan kepada otoritas Belanda.
Posisi yang sama juga disampaikan kepada pemerintah Venezuela.
Selain itu, posisi tersebut turut disampaikan kepada tim Maria Corina Machado.
Laporan tersebut menyebut Washington khawatir kepulangan Machado dapat memicu konfrontasi dengan pemerintah yang sedang berkuasa.
Washington juga menilai kepulangan Machado berpotensi mengalihkan perhatian dari upaya penyelamatan pascagempa mematikan yang terjadi pada Rabu.
Kendala Dokumen dan Pengamanan
Bloomberg melaporkan Machado menyewa kontraktor keamanan swasta untuk memfasilitasi kepulangannya ke Venezuela.
Tim keamanan tersebut juga ditugaskan memberikan perlindungan kepada Machado selama berada di Venezuela.
Menurut laporan itu, tim keamanan telah ditempatkan di Curacao sambil menunggu kedatangan Machado.
Laporan tersebut juga menyebut Machado tidak memiliki paspor yang masih berlaku.
Kondisi itu membuat Machado tidak dapat memasuki Venezuela secara legal tanpa izin dari pemerintahan Presiden sementara Delcy Rodriguez.
Bloomberg juga melaporkan Machado memperoleh dukungan dari sedikitnya satu pejabat senior dalam pemerintahan Trump.
Hingga saat ini, Machado dilaporkan masih berminat melakukan kunjungan singkat ke Venezuela, namun belum jelas apakah rencana kepulangan tersebut masih dapat terlaksana setelah upaya sebelumnya dibatalkan.
- Penulis :
- Arian Mesa





