
Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan setiap kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto telah melalui pembahasan bersama dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, serta kemampuan fiskal negara.
Defisit APBN dan Rasio Utang Tetap Dijaga
Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan selalu menyampaikan analisis mengenai risiko fiskal dan dampak anggaran sebagai bahan pertimbangan Presiden dalam mengambil keputusan.
“Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden,” ungkap Purbaya.
Ia menjelaskan pemerintah juga terus mengevaluasi pelaksanaan berbagai program prioritas, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, agar semakin efisien dan tepat sasaran.
Menurutnya, setiap program baru memiliki tantangan pada tahap awal sehingga pengawasan dan penyempurnaan akan terus dilakukan.
“Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat,” ujarnya.
Reformasi Kementerian Keuangan Terus Diperkuat
Purbaya menegaskan reformasi di lingkungan Kementerian Keuangan terus dilakukan, termasuk pemberantasan praktik penyimpangan di sektor perpajakan dan kepabeanan.
Ia memastikan tidak akan memberikan toleransi kepada aparatur yang terbukti melakukan pelanggaran.
Berbagai langkah pembenahan dilakukan melalui penguatan pengawasan, rotasi pegawai, serta penindakan terhadap oknum yang menyalahgunakan kewenangannya.
"Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. Yang terpenting adalah mengendalikannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki sistem agar semakin bersih," tuturnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





