
Pantau - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan setiap investasi yang masuk ke Indonesia harus memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja berkualitas dan perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Afriansyah menyampaikan pernyataan tersebut di Jakarta, Sabtu, dengan mencontohkan fasilitas produksi baru PT Givaudan Indonesia di kawasan GIIC, Cikarang, Bekasi, sebagai salah satu investasi yang dipantau pemerintah.
Pemerintah Pantau Komitmen Penyerapan Tenaga Kerja
Pada tahap awal ekspansi melalui Proyek Kartini, PT Givaudan Indonesia menyerap 60 tenaga kerja baru.
Pada tahap berikutnya, fasilitas produksi tersebut ditargetkan mampu menyerap sekitar 400 tenaga kerja.
Afriansyah mengungkapkan, "Setiap investasi baru memiliki makna strategis bagi pemerintah dalam upaya perluasan kesempatan kerja. Fokus kita adalah memastikan agar pertumbuhan dunia usaha berbanding lurus dengan ketersediaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia."
Ia juga mengungkapkan, "Kami, pemerintah menekankan agar komitmen penyerapan tenaga kerja ini terus berlanjut secara terukur pada tahap-tahap investasi berikutnya."
Investasi Harus Disertai Kepatuhan Ketenagakerjaan
Selain penyerapan tenaga kerja, pemerintah mengingatkan PT Givaudan Indonesia agar memenuhi seluruh kewajiban operasional sesuai standar ketenagakerjaan.
Kewajiban tersebut meliputi penerapan sistem pengupahan yang adil, pemenuhan hak-hak normatif pekerja, serta penguatan komunikasi bipartit bersama SPKEP SPSI PT Givaudan Indonesia untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis.
Afriansyah mengungkapkan, "Pemerintah terus mendorong agar setiap entitas bisnis, termasuk PT Givaudan Indonesia, mengedepankan prinsip bahwa keberhasilan investasi harus memberikan manfaat luas, terutama bagi kesejahteraan pekerja dan masyarakat sekitar."
- Penulis :
- Aditya Yohan





