HOME  ⁄  Ekonomi

Integrasi Tani dan Ternak di Kutai Kartanegara Bantu Warga Tingkatkan Ekonomi Sekaligus Lestarikan Hutan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Integrasi Tani dan Ternak di Kutai Kartanegara Bantu Warga Tingkatkan Ekonomi Sekaligus Lestarikan Hutan
Foto: (Sumber :Warga Desa Bila Talang Madeng, Kutai Kartanegara dibimbing memadukan sektor pertanian budidaya dan peternakan di kawasan hutan. ANTARA/HO-Dishut Kaltim.)

Pantau - Penerapan sistem agrosilvopastura yang memadukan sektor pertanian budidaya dan peternakan di kawasan hutan menjadi solusi bagi masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Agrosilvopastura Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur Rusmadi mengatakan strategi integrasi pemanfaatan sumber daya alam bertujuan memberdayakan masyarakat agar memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem hutan.

“Strategi integrasi pemanfaatan sumber daya alam ini bertujuan utama memberdayakan masyarakat lokal agar mereka bisa mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan tanpa harus merusak tutupan ekosistem hutan,” ungkap Rusmadi.

Program tersebut diterapkan oleh anggota Lembaga Desa Bila Talang Madeng di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Melalui pendampingan Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, kelompok masyarakat yang mengelola hutan produksi seluas 646 hektare mulai menggabungkan budidaya tanaman pangan seperti sayuran dan cabai rawit dengan pemeliharaan ternak pada kawasan lahan yang sama.

“Metode pembelajaran partisipatif yang kami berikan mencakup demonstrasi praktik langsung di lapangan agar petani benar-benar memahami cara menyeimbangkan produktivitas lahan garapan dengan fungsi ekologi pepohonan,” ujarnya.

Produktivitas Meningkat dan Ekosistem Tetap Terjaga

Rusmadi menjelaskan kombinasi tanaman pertanian, tegakan pohon silvikultur, dan area penggembalaan terbukti efektif memperbaiki kualitas unsur hara tanah yang mulai kritis.

Ia mengatakan pendekatan tata kelola ruang terpadu tersebut juga membantu meminimalkan risiko kerugian akibat serangan hama dan penyakit tanaman yang kerap terjadi pada sistem pertanian konvensional.

“Penerapan perhutanan sosial dengan skema agrosilvopastura ini merupakan bentuk kolaborasi antara aparat pemerintah dan swadaya masyarakat desa guna memastikan kelangsungan ekosistem hayati,” katanya.

Menurut Rusmadi, pelatihan manajemen pengelolaan kawasan yang diberikan Dinas Kehutanan Kalimantan Timur turut mengubah pola pikir masyarakat sekitar hutan menjadi wirausahawan yang mampu mengelola usaha secara mandiri dan ramah lingkungan.

Penulis :
Ahmad Yusuf