HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenko Perekonomian Dorong TPS Perkuat Layanan Logistik Multimoda dan Transhipment di Tanjung Perak

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kemenko Perekonomian Dorong TPS Perkuat Layanan Logistik Multimoda dan Transhipment di Tanjung Perak
Foto: Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yuli Sri Wilanti mengunjungi Container Yard (CY) Terminal Petikemas Surabaya, Jatim, Kamis (2/7/2026)

Pantau - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat pengembangan layanan integrasi logistik multimoda internasional serta meningkatkan kapasitas layanan transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, untuk meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional dan daya saing perdagangan Indonesia.

Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kemenko Perekonomian Yuli Sri Wilanti mengatakan kunjungan ke PT TPS dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan layanan integrasi logistik guna memperkuat daya saing logistik nasional melalui peningkatan konektivitas antarmoda dan efisiensi rantai pasok.

"Pengembangan layanan logistik multimoda merupakan langkah untuk meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global," ungkap Yuli.

Peninjauan diawali dengan evaluasi konektivitas jalur kereta api menuju kawasan pelabuhan serta sarana dan prasarana pendukung integrasi layanan logistik antarmoda.

Peninjauan tersebut bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur dan operasional dalam mendukung layanan multimoda yang menghubungkan pusat-pusat logistik di Pulau Jawa dengan jaringan pelayaran internasional.

Perkuat Integrasi Logistik Nasional

Yuli mengatakan pemerintah tengah mendorong terwujudnya ekosistem logistik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, integrasi layanan kereta api dengan pelabuhan dan jaringan pelayaran internasional menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat arus barang, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

TPS menjadi salah satu simpul utama layanan logistik multimoda internasional pada koridor Jakarta-Semarang-Surabaya yang mengintegrasikan moda transportasi kereta api dan kapal laut.

Layanan tersebut menghubungkan Stasiun Jakarta Gudang, Stasiun Semarang Tawang, dan Stasiun Surabaya Benteng dengan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Emas, dan Pelabuhan Tanjung Perak.

Integrasi tersebut mendukung pengiriman barang ekspor dan impor yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.

"Peran TPS sangat strategis sebagai titik konsolidasi kargo ekspor maupun distribusi kargo impor yang menghubungkan kawasan industri dan pusat distribusi dengan jaringan pelayaran internasional," ujar Yuli.

Pengembangan Transhipment dan Konektivitas

Selain layanan multimoda, Kemenko Perekonomian juga mendorong peningkatan kapasitas transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak.

Peningkatan tersebut ditujukan untuk mengonsolidasikan arus petikemas domestik dan internasional di dalam negeri, meningkatkan utilisasi infrastruktur pelabuhan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan perdagangan dan pelayaran global.

"Ini akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan usaha dan investasi di sektor logistik," kata Yuli.

Direktur Utama TPS Wahyu Widodo menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan layanan multimoda internasional dan transhipment melalui peningkatan konektivitas antarmoda.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan jalur rel kereta api logistik hingga ke dalam area kerja terbatas TPS, efisiensi operasional melalui peremajaan alat bongkar muat utama, serta elektrifikasi peralatan.

"TPS akan terus memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang perdagangan internasional dan hub logistik Indonesia bagian timur," ungkap Wahyu.

Penulis :
Gerry Eka