HOME  ⁄  Nasional

Apkasi Dorong Perdagangan Antardaerah untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Apkasi Dorong Perdagangan Antardaerah untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional
Foto: Penandatanganahn nota kesepahaman kerja sama perdagangan antardaerah dalam Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Kadin Indonesia di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pantau - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mendorong penguatan perdagangan antardaerah sebagai strategi memperkokoh ketahanan ekonomi nasional melalui optimalisasi pasar domestik, pemangkasan rantai pasok, dan percepatan hilirisasi komoditas unggulan daerah di tengah ketidakpastian perekonomian global.

Perdagangan Antardaerah Dinilai Jadi Kekuatan Ekonomi Nasional

Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi mengatakan pasar domestik Indonesia perlu dioptimalkan dengan memperkuat konektivitas perdagangan antarkabupaten.

Bursah mengatakan perdagangan antardaerah harus menjadi kekuatan ekonomi nasional.

Menurut Bursah, penguatan pasar domestik semakin penting ketika perekonomian global masih menghadapi berbagai tekanan yang berpotensi memengaruhi arus perdagangan dan investasi.

Ia menilai daerah perlu membangun jaringan ekonomi yang saling terhubung dengan mempertemukan wilayah surplus produksi dan daerah yang membutuhkan pasokan.

Kabupaten dinilai memiliki basis produksi pangan, pertanian, perkebunan, serta berbagai komoditas unggulan yang apabila terhubung dengan pasar secara lebih terintegrasi dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Pola perdagangan tersebut juga dinilai mampu memperlancar distribusi barang, menjaga ketersediaan komoditas pangan, sekaligus mendukung pengendalian inflasi di daerah.

Bursah menegaskan Apkasi terus memperkuat perannya sebagai mediator perdagangan antardaerah dengan mempertemukan pemerintah kabupaten, dunia usaha, dan calon investor.

Menurutnya, kerja sama antardaerah harus menghasilkan transaksi nyata.

Bursah menambahkan pembangunan ekonomi daerah juga perlu diarahkan pada hilirisasi agar daerah penghasil memperoleh nilai tambah yang lebih besar.

Bursah mengatakan, "Kalau komoditas diolah di daerah asal, nilai tambahnya juga tinggal di daerah. Masyarakat mendapatkan pekerjaan, usaha baru tumbuh, dan ekonomi kabupaten menjadi semakin kuat."

Forum Bisnis Daerah Hasilkan Kesepakatan Perdagangan

Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang mengatakan penguatan perdagangan antardaerah dilakukan melalui konsep supply meeting demand, yakni mempertemukan langsung potensi produksi daerah dengan kebutuhan pasar dan pelaku usaha.

Sarman menyebut sejumlah komoditas unggulan yang memiliki potensi pasar lebih luas, antara lain beras, kelapa dalam, dan udang dari Kabupaten Banyuasin, jagung dari Kabupaten Gorontalo, bawang merah dari Kabupaten Brebes, serta sektor pertanian dan perkebunan Kabupaten Deli Serdang.

Sarman mengatakan, "Yang ingin kita bangun adalah pertemuan langsung antara daerah yang memiliki produk dengan pihak yang membutuhkan. Dari sana harus lahir perdagangan, investasi, dan hilirisasi."

Upaya tersebut dilakukan melalui Forum Bisnis Daerah (Forbisda) 2026 bersama Kadin Indonesia di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Forum tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan perdagangan antardaerah, termasuk kerja sama Deli Serdang dan Simalungun untuk mendukung pengendalian inflasi serta kerja sama Simalungun dan Langkat guna meningkatkan perdagangan regional.

Kolaborasi dengan dunia usaha juga diwujudkan melalui kesepakatan perdagangan komoditas bawang merah antara pelaku usaha dari Sumatera Utara dan Kabupaten Brebes yang diarahkan untuk memperkuat distribusi pangan dan memperpendek rantai pasok.

Dalam forum itu, pemerintah kabupaten dipertemukan dengan pelaku usaha nasional untuk menjajaki peluang investasi dan kerja sama bisnis guna mempercepat pemasaran serta hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Bursah mengatakan, "Target akhirnya bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman. Kita ingin ada arus barang, investasi masuk ke daerah, industri hilir tumbuh, harga lebih stabil, dan manfaat ekonomi dirasakan masyarakat."

Penulis :
Gerry Eka