HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Tingkatkan Cadangan Beras Papua hingga Tiga Kali Lipat untuk Jaga Pasokan Sepanjang 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Bulog Tingkatkan Cadangan Beras Papua hingga Tiga Kali Lipat untuk Jaga Pasokan Sepanjang 2026
Foto: Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani didampingi Direktur SDM dan Transformasi Bulog Ade Prastya Nurdin meninjau langsung kesiapan stok beras di gudang Bulog Kompleks Pergudangan Argapura, Jayapura, Papua, Senin 6/7/2026 (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meninjau langsung ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Kompleks Pergudangan Argapura, Jayapura, Papua, pada Minggu (6/7/2026), guna memastikan kesiapan pasokan sekaligus memperkuat cadangan beras hingga tiga kali lipat demi menjaga ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Papua sepanjang 2026.

Ahmad Rizal Ramdhani didampingi Direktur SDM dan Transformasi Bulog Ade Prastya Nurdin dalam peninjauan tersebut sebagai bagian dari upaya memastikan ketersediaan pangan di wilayah timur Indonesia tetap aman.

Ia mengungkapkan, "Alhamdulillah, hari ini tanggal 6 Juli 2026 kami mengecek kesiapan stok beras yang ada di wilayah Papua, khususnya di Jayapura."

Stok Beras Papua Capai 17 Ribu Ton

Berdasarkan hasil peninjauan, stok beras Bulog di seluruh wilayah Papua mencapai sekitar 17 ribu ton yang tersebar di berbagai gudang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Khusus di Gudang Argapura, Jayapura, tersedia sekitar 985 ton beras yang siap disalurkan guna menjaga kelancaran distribusi pangan di Jayapura dan sekitarnya.

Bulog menilai perputaran stok beras di Papua berlangsung cukup cepat karena tingginya kebutuhan masyarakat sehingga penguatan cadangan menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas pasokan.

Target Cadangan Tembus 50 Ribu Ton

Bulog menargetkan penambahan stok beras hingga tiga kali lipat dibandingkan kondisi saat ini sehingga cadangan beras di Papua meningkat menjadi lebih dari 50 ribu ton.

Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, "Karena kebutuhan beras di Papua cukup tinggi, nah kami sedang upayakan ke depan untuk pemenuhan stok di Papua ini kami tingkatkan tiga kali lipat supaya tidak ada kekosongan-kekosongan ataupun bahkan kekurangan pangan khususnya beras di Papua."

Menurut Bulog, penambahan stok dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kapasitas distribusi di setiap daerah serta mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah agar pasokan tetap merata di seluruh Papua.

Cadangan beras yang lebih besar juga dipersiapkan untuk mendukung penyaluran bantuan pangan pemerintah yang kembali dilaksanakan pada Juli 2026 setelah tahap sebelumnya berakhir pada Juni 2026.

Penguatan stok tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026 sekaligus mengantisipasi meningkatnya permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru 2026/2027.

Bulog menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan pangan nasional melalui penguatan stok beras di Papua agar masyarakat memperoleh pasokan beras yang aman, cukup, dan berkelanjutan sepanjang tahun.

Penulis :
Leon Weldrick