HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Diprediksi Melemah Jelang Rilis Notulen Rapat The Fed

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Rupiah Diprediksi Melemah Jelang Rilis Notulen Rapat The Fed
Foto: (Sumber :Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye.)

Pantau - Nilai tukar rupiah diprediksi melemah pada perdagangan Selasa (7/7/2026) seiring sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis notulen rapat bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed.

Rupiah Bergerak Datar di Awal Perdagangan

Rupiah pada Selasa pagi bergerak datar 0 poin atau 0,00 persen ke level Rp17.995 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi yang sama.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan rupiah masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini.

"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih dalam tekanan yang diperkirakan melemah pada kisaran di Rp17.950-Rp18.020 dipengaruhi faktor global. Walaupun index dollar melemah, namun pelaku pasar masih hati-hati dalam mengantisipasi rilis notulen meeting The Fed pada Kamis, 9 Juli, waktu AS," ungkap Rully.

Ia menjelaskan The Fed sebelumnya masih fokus pada target inflasi 2 persen.

Namun, data tenaga kerja nonfarm payrolls (NFP) yang buruk berpotensi menggeser fokus The Fed sehingga arah suku bunga diperkirakan dapat lebih fleksibel.

Sentimen Domestik Ikut Jadi Perhatian Pasar

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati defisit neraca perdagangan sebesar 1,61 miliar dolar AS dan arus modal keluar di pasar saham sejak awal Juli sebesar Rp2,73 triliun.

Pelaku pasar juga masih bersikap wait and see terhadap data cadangan devisa yang akan dirilis Bank Indonesia pada siang hari.

"Cadangan devisa diperkirakan kembali turun akibat intervention BI di pasar valas, namun masih pada rasio yang memadai di atas 5 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah," ungkap Rully.

Penulis :
Ahmad Yusuf