HOME  ⁄  Nasional

Jerman Buka Peluang bagi Tenaga Kerja Terampil untuk Atasi Krisis Angkatan Kerja Akibat Pensiun Massal

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jerman Buka Peluang bagi Tenaga Kerja Terampil untuk Atasi Krisis Angkatan Kerja Akibat Pensiun Massal
Foto: (Sumber :Orang-orang beraktivitas di Erfurt, ibu kota Negara Bagian Thüringen, Jerman (2/7/2026). (ANTARA/Katriana).)

Pantau - Jerman membuka peluang lebih besar bagi tenaga kerja terampil dari berbagai negara untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang dipicu gelombang pensiun generasi baby boomer dalam beberapa tahun mendatang.

Gelombang Pensiun Jadi Tantangan Besar

Dalam 15 tahun ke depan, sekitar 13,4 juta warga Jerman dari generasi baby boomer diperkirakan memasuki masa pensiun atau setara sekitar 31 persen dari total angkatan kerja negara tersebut.

Peneliti Divisi Penelitian Isu Global Institut Jerman untuk Urusan Internasional dan Keamanan, David Kipp, menyebut kondisi tersebut menjadi tantangan jangka panjang bagi pasar tenaga kerja Jerman.

Kipp menjelaskan angka kelahiran di Jerman saat ini hanya sekitar 1,3 anak per perempuan sehingga tidak mampu menggantikan jumlah pekerja yang akan pensiun.

Kebutuhan tenaga kerja terampil juga berbeda di setiap wilayah, dengan Negara Bagian Thuringia diperkirakan membutuhkan lebih banyak pekerja dibandingkan daerah lainnya.

Migrasi Dinilai Jadi Solusi Menjaga Angkatan Kerja

Jerman saat ini memiliki sekitar 45 juta angkatan kerja.

Apabila tidak ada migrasi bersih, jumlah angkatan kerja diperkirakan menyusut menjadi sekitar 35 juta orang pada 2060.

Untuk menjaga jumlah angkatan kerja tetap stabil, Jerman diperkirakan membutuhkan sekitar 288.000 migrasi bersih setiap tahun.

Kebutuhan tersebut mencakup tenaga profesional di bidang kesehatan, pekerjaan sosial, perawatan anak, pendidikan, serta tenaga teknis untuk mendukung transformasi sektor energi.

Langkah membuka peluang bagi tenaga kerja terampil menjadi bagian dari upaya Jerman menjaga keberlanjutan ekonomi di tengah perubahan demografi yang berlangsung dalam jangka panjang.

Penulis :
Ahmad Yusuf