
Pantau - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan subsektor aplikasi kini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kreatif nasional setelah menjadi tujuan investasi tertinggi di sektor tersebut sepanjang 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Industri Aplikasi Jadi Fokus Pengembangan
Teuku Riefky mengatakan capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi industri aplikasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang akan terus dikembangkan.
“Investasi pada subsektor aplikasi saat ini merupakan yang tertinggi di sektor ekonomi kreatif. Ini menjadi peluang besar yang harus kita manfaatkan bersama,” ungkapnya usai menghadiri Soft Launching Indonesia Application Summit (IN-APPS) 2026 di BSD City, Tangerang, Rabu.
Ia menegaskan aplikasi digital saat ini bukan sekadar produk teknologi, melainkan mesin baru penggerak ekonomi kreatif nasional.
Melalui IN-APPS 2026, Kementerian Ekonomi Kreatif ingin memperkuat sinergi antara pemerintah, industri, dan talenta digital agar Indonesia mampu melahirkan lebih banyak aplikasi yang berdaya saing global.
Teuku menjelaskan pemerintah akan terus mendampingi pelaku industri mulai dari pengembangan ide, proses produksi, distribusi, pemasaran, hingga perlindungan hak kekayaan intelektual.
“Namun, talenta tersebut memerlukan dukungan agar mampu mengomersialisasikan kekayaan intelektual, memperoleh akses pembiayaan, serta memperluas pasar hingga tingkat global,” katanya.
IN-APPS 2026 Perkuat Ekosistem Digital
Kementerian Ekonomi Kreatif menggandeng berbagai pemangku kepentingan melalui Indonesia Application Summit untuk memperkuat ekosistem industri aplikasi nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Forum tersebut mempertemukan akademisi, pelaku usaha, asosiasi, lembaga keuangan, pemerintah lintas kementerian, investor, hingga mitra internasional guna mendorong industri aplikasi yang lebih kompetitif.
Teuku berharap kolaborasi tersebut mampu melahirkan lebih banyak inovasi digital karya anak bangsa yang mampu menembus pasar internasional.
“Kami tidak ingin startup atau pengembang aplikasi hanya tumbuh sesaat kemudian berhenti karena kalah bersaing. Yang kita dorong adalah bagaimana mereka bisa berkembang menjadi perusahaan yang lebih besar, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam mengatakan IN-APPS 2026 merupakan forum nasional pertama yang secara khusus mengangkat subsektor aplikasi sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif Indonesia.
“Kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem aplikasi nasional, mulai dari peningkatan kapasitas talenta digital, penguatan model bisnis, hingga perluasan akses pembiayaan dan investasi bagi pengembang aplikasi lokal,” ungkapnya.
IN-APPS 2026 dijadwalkan berlangsung pada 16–17 September 2026 di ICE BSD City dengan menghadirkan konferensi, pameran, dan sesi kolaborasi bisnis.
Ketua Umum Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (ASPILUKI) Djarot Subiantoro menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan forum tersebut.
“ASPILUKI berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan IN-APPS 2026 sebagai wadah strategis bagi pengembang aplikasi Tanah Air untuk berkolaborasi, berbagi wawasan, dan memperluas jejaring bisnis, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





