
Pantau - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan akan terus mengupayakan berbagai langkah agar pasar modal Indonesia tetap berada dalam kategori emerging market di tengah masuknya Indonesia ke dalam daftar pantau (watchlist) oleh penyedia indeks global MSCI dan S&P Dow Jones Indices yang membuka kemungkinan reklasifikasi menjadi frontier market.
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menyampaikan komitmen tersebut di Gedung BEI, Jakarta, pada Rabu.
Ia mengungkapkan, "Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat Indonesia atau Bursa Efek Indonesia bertahan di emerging market, dengan berbagai hal yang bisa kita lakukan."
BEI Optimistis Prospek Pasar Modal Tetap Tumbuh
Irvan meyakini pasar modal Indonesia masih memiliki prospek pertumbuhan yang positif ke depan.
Optimisme tersebut didasarkan pada potensi peningkatan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) serta pertumbuhan kapitalisasi pasar (market cap).
Ia mengatakan, "Karena (RNTH) kita pernah mencapai angka 2 miliar dolar AS transaksi per hari, Rp34 triliun per hari, kita pernah di situ. Dan saya yakin bahwa potensi kita ada."
Menurut BEI, capaian tersebut menunjukkan pasar modal Indonesia memiliki kapasitas untuk kembali mencatatkan aktivitas transaksi yang tinggi.
Transparansi Menjadi Fokus Pembenahan
BEI memastikan otoritas pasar modal Indonesia tengah melakukan berbagai perbaikan terhadap aspek-aspek yang menjadi perhatian penyedia indeks global.
Salah satu fokus utama pembenahan tersebut adalah peningkatan transparansi pasar modal Indonesia.
Irvan mengatakan, "Berbagai hal yang sekarang menjadi concern-nya adalah kita ambil sebagai suatu hal positif, bahwa ini kita akan melakukan perbaikan atas hal atau yang menjadi concern-concern tersebut."
BEI juga berharap para investor tetap memiliki keyakinan terhadap pasar modal Indonesia selama proses evaluasi berlangsung.
Ia mengatakan, "Jadi, mungkin kita berharap bahwa investor tetap confidence, bahwa Bursa ini tetap akan kita kelola dengan baik. Dan kita yakin bahwa Bursa Efek Indonesia akan bisa terus berkembang lebih besar dari yang sebelumnya."
Pada Rabu pagi, 8 Juli 2026, S&P Dow Jones Indices resmi memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantau (watchlist) yang membuka kemungkinan perubahan status dari emerging market menjadi frontier market.
Sebelumnya, pada 24 Juni 2026, MSCI menyatakan mengakui reformasi pasar modal Indonesia, namun tetap akan mengawasi konsistensi implementasi berbagai kebijakan yang telah dilakukan.
MSCI menyatakan apabila tidak terdapat kemajuan yang memadai pada Tinjauan Indeks MSCI November 2026, lembaga tersebut akan mempertimbangkan berbagai opsi terhadap status pasar modal Indonesia, termasuk konsultasi mengenai kemungkinan reklasifikasi menjadi frontier market.
Baik MSCI maupun S&P Dow Jones Indices menyoroti isu yang sama dalam evaluasi terhadap Indonesia, yakni transparansi pasar modal sebagai perhatian utama.
- Penulis :
- Shila Glorya





