HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Bangun Gudang Bulog di Merauke untuk Menjaga Surplus Beras dan Memperkuat Cadangan Pangan

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Bangun Gudang Bulog di Merauke untuk Menjaga Surplus Beras dan Memperkuat Cadangan Pangan
Foto: Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (sumber: Dokumentasi Bapanas)

Pantau - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog menambah gudang beras di Merauke, Papua Selatan, pada tahun ini untuk menjaga surplus produksi beras, memperkuat cadangan pangan, serta memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan.

Amran mengatakan, "Insya Allah dibangun tahun ini. Gudangnya kita siapkan. Itu nanti kalau petani di sini produksi, langsung dibeli, dibeli menguntungkan, tidak boleh di bawah Rp6.500. Itu perintah Bapak Presiden."

Pemerintah mempercepat pembangunan sektor pertanian di wilayah Papua sebagai bagian dari upaya menyiapkan Papua menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

Menurut Amran, pemberdayaan petani lokal di Merauke menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan produksi beras nasional.

Surplus Beras Papua Selatan Dorong Penguatan Cadangan Pangan

Berdasarkan data Bapanas, produksi beras nasional pada 2025 telah melampaui kebutuhan konsumsi rumah tangga selama satu tahun.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras Papua Selatan sepanjang 2025 mencapai 207 ribu ton.

Kebutuhan konsumsi beras rumah tangga di Papua Selatan selama satu tahun diperkirakan hanya 34,06 ribu ton.

Surplus produksi beras di Papua Selatan jauh melebihi kebutuhan konsumsi masyarakat.

Menurut Amran, surplus tersebut dapat memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog.

Surplus produksi juga dapat memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).

Data BPS menunjukkan indeks harga yang diterima petani tanaman pangan di Papua Selatan terus meningkat dari 111,42 pada Januari 2024 menjadi 113,83 pada Desember 2024, kemudian naik menjadi 114,72 pada Desember 2025, dan kembali meningkat menjadi 115,33 pada Juni 2026.

Sejak Januari 2024 hingga Juni 2026, indeks harga yang diterima petani di Papua Selatan naik sebanyak 3,91 poin.

Nilai Tukar Petani (NTP) Papua Selatan juga meningkat dari 101,37 pada Januari 2024 menjadi 110,15 pada Juni 2026.

Kenaikan NTP selama periode tersebut mencapai 8,78 poin.

Capaian tersebut menunjukkan stok beras di Papua Selatan melimpah akibat surplus produksi, sementara harga gabah dan beras di tingkat petani tetap terjaga.

Gudang Bulog Berkapasitas Hingga 5 Ribu Ton Disiapkan Tahun Ini

Amran mengungkapkan, "Nah ini sangat membanggakan kita semua. Pemerintah atas perintah Bapak Presiden dan juga kita akan bangun (gudang Bulog) atas permintaan Pemda, insya Allah kita bangun ini. (Kapasitasnya) 3 ribu ton, mungkin bisa 5 ribu ton. Jadi besar, lengkap satu paket."

Gudang Bulog yang akan dibangun di Merauke direncanakan memiliki kapasitas awal 3 ribu ton dan berpotensi ditingkatkan hingga 5 ribu ton dengan fasilitas yang lengkap dalam satu paket.

Saat ini Perum Bulog memiliki 15 kompleks pergudangan yang tersebar di seluruh wilayah Papua.

Pemerintah juga akan membangun 100 infrastruktur pascapanen baru yang turut menyasar wilayah Papua sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026, Perum Bulog ditugaskan menyediakan infrastruktur pascapanen yang terdiri atas infrastruktur yang sepenuhnya dikelola Perum Bulog serta infrastruktur yang dikelola pemerintah daerah dengan operasional dan pengawasan tetap dilakukan Perum Bulog berdasarkan perjanjian kerja sama atau perikatan kontraktual.

Pemerintah telah menetapkan dana sebesar Rp5 triliun sebagai investasi pemerintah non permanen bagi Perum Bulog untuk mempercepat penyediaan infrastruktur pascapanen.

Hingga Juli 2026, total stok beras yang dikelola Bulog secara nasional masih berada di atas 5 juta ton.

Berdasarkan Food and Agriculture Organization (FAO) Outlook edisi Juni 2026, Indonesia diperkirakan mampu mencapai stok beras sebesar 7,8 juta ton pada akhir periode 2026/2027.

Penulis :
Leon Weldrick