
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan melaporkan rencana pemberian harga khusus bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan pemilik kapal berukuran 30 hingga 200 gross tonase (GT) kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum kebijakan tersebut diputuskan, usai rapat koordinasi terbatas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Senin (13/7).
Pemerintah Siapkan Skema Harga Khusus BBM
Airlangga mengatakan pemerintah sedang menyiapkan skema harga khusus BBM untuk mendukung keberlanjutan usaha penangkapan ikan bagi nelayan pemilik kapal berukuran 30-200 GT.
"Ya, nanti saya laporkan Pak Presiden dulu (mengenai) harga khusus (BBM bagi nelayan dengan kapal 30-200 GT)," kata Airlangga.
Ia menjelaskan nelayan pengguna kapal di bawah 30 GT selama ini telah memperoleh BBM bersubsidi dengan harga sekitar Rp6.800 per liter.
Pemerintah kini mengkaji perluasan dukungan kepada nelayan kapal berukuran 30-200 GT yang masih menggunakan harga BBM industri.
Airlangga menyebut tingginya volatilitas harga minyak menjadi salah satu pertimbangan pemerintah karena berdampak pada meningkatnya biaya operasional usaha penangkapan ikan.
"Karena harga terlalu bergejolak," ucap Airlangga.
Biaya Operasional Nelayan Jadi Pertimbangan
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pembahasan mengenai harga khusus BBM dilakukan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai bagian dari penyusunan kebijakan pemerintah.
"Ini bahas tentang harga BBM untuk kapal nelayan (30-200 GT), kapal penangkap ikan," kata Trenggono.
Usulan tersebut muncul dari aspirasi nelayan kapal berukuran 30-200 GT yang menginginkan harga bahan bakar lebih terjangkau untuk menekan biaya operasional melaut.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Lotharia Latif mengatakan pembahasan ditargetkan selesai dalam waktu satu pekan agar memberikan kepastian bagi pelaku usaha perikanan tangkap.
Latif menjelaskan kapal perikanan berukuran 30-200 GT selama ini masih menggunakan harga BBM industri sehingga beban operasional semakin tinggi karena sekitar 70 persen biaya operasional kapal berasal dari kebutuhan bahan bakar.
"Makanya ini sekarang sedang kita hitung, ini dalam satu minggu ini kita akan (selesaikan). Intinya pemerintah memikirkan nelayan," kata Latif.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





