
Pantau - Perum Bulog mencatat penyerapan gabah petani telah mencapai lebih dari 3,2 juta ton setara beras hingga 13 Juli 2026 atau 83,2 persen dari target nasional sebanyak 4 juta ton setara beras yang ditetapkan pemerintah sepanjang tahun ini, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Penyerapan Gabah Lampaui Capaian Tahun Sebelumnya
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, "Alhamdulillah serapan beras sampai dengan hari ini sudah mencapai 83,2 persen dari target 4 juta ton. Berarti kalau dari 4 juta ton (capaian mencapai) 83 persen. Jadi sudah mencapai 3,2 juta ton," ungkapnya.
Menurut Rizal, capaian tersebut menjadi prestasi penting karena telah melampaui realisasi penyerapan sepanjang 2025 yang hanya mencapai sekitar 3,1 juta ton setara beras selama satu tahun penuh.
Ia menilai keberhasilan melampaui capaian tahun sebelumnya pada pertengahan Juli menunjukkan efektivitas strategi penyerapan gabah sekaligus mencerminkan tingginya produksi dan partisipasi petani dalam mendukung cadangan pangan nasional.
Rizal menyebut sejumlah wilayah telah mencapai 100 persen target penyerapan gabah di daerah masing-masing.
Daerah yang telah memenuhi target tersebut antara lain Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Jawa Timur memperoleh target penyerapan sekitar 970 ribu ton setara beras dan telah berhasil memenuhi target tersebut hingga 13 Juli 2026.
Menurut Rizal, keberhasilan sejumlah daerah mencapai target lebih cepat membuka peluang realisasi penyerapan melampaui target nasional hingga akhir tahun karena musim penyerapan gabah masih terus berlangsung.
Stok Beras Bulog Menguat untuk Stabilisasi Pangan
Selain penyerapan yang terus meningkat, stok beras yang dikuasai Bulog kini telah mencapai sekitar 5,4 juta ton sehingga semakin memperkuat ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah.
Dari total stok tersebut, sekitar 2 juta ton akan diolah menjadi Beras Kita Premium dan Beras Kita Medium untuk mendukung program stabilisasi harga komoditas pangan di masyarakat.
Pengolahan beras dilakukan melalui skema kerja sama maklon dengan melibatkan mitra penggilingan padi.
Pengolahan sekitar 2 juta ton beras tersebut diperkirakan akan mengurangi stok di gudang Bulog dari sekitar 5,4 juta ton menjadi sekitar 3,4 juta ton guna menjaga kapasitas penyimpanan tetap optimal.
Rizal menegaskan capaian penyerapan tidak terlepas dari dukungan pemerintah, mitra penggilingan padi, dan pelaku usaha yang bersinergi dalam proses penyerapan gabah hingga pengolahan beras.
Ia juga menyatakan optimistis penyerapan gabah, penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, serta penyaluran bantuan pangan akan terus meningkat seiring berlanjutnya sinergi berbagai pihak.
- Penulis :
- Shila Glorya





