HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat di Tengah Sikap Wait and See Investor terhadap Kebijakan Suku Bunga BI

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IHSG Menguat di Tengah Sikap Wait and See Investor terhadap Kebijakan Suku Bunga BI
Foto: (Sumber :Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar.)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada perdagangan Selasa (21/7/2026) di tengah sikap wait and see pelaku pasar yang menantikan keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

IHSG Berpeluang Uji Level Resistance

IHSG dibuka naik 41,79 poin atau 0,67 persen ke level 6.273,57.

Indeks LQ45 juga menguat 6,25 poin atau 1,00 persen ke posisi 634,00.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan meski investor tetap perlu mewaspadai aksi ambil untung.

"Diperkirakan IHSG berpotensi uji level resistance di 6.250-6.300, meskipun perlu diwaspadai potensi profit taking," ujar Ratna.

Pelaku pasar juga mencermati Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada Selasa hingga Rabu (22/7/2026) untuk menentukan arah kebijakan BI-Rate yang saat ini berada di level 5,75 persen.

Di sisi domestik, Survei Perbankan BI menunjukkan saldo bersih tertimbang penyaluran kredit baru pada kuartal II 2026 mencapai 93,08 persen, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 38,74 persen.

BI juga mencatat penyaluran kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi meningkat meski standar pemberian kredit masih diperketat.

Sentimen Global Masih Membayangi Pasar

Dari pasar global, investor masih mencermati eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak mentah serta meningkatkan ketidakpastian pasar.

"Jika harga minyak bertahan di level tinggi pada waktu yang lama, akan mendorong kenaikan kembali inflasi AS, serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed," kata Ratna.

Sementara itu, Bank Sentral China (People's Bank of China/PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman utama pada level 3 persen untuk tenor satu tahun dan 3,5 persen untuk tenor lima tahun.

Pergerakan bursa global juga bervariasi dengan indeks saham Eropa bergerak campuran, Wall Street ditutup melemah, sedangkan bursa saham Asia pada perdagangan pagi menunjukkan pergerakan yang beragam.

Penulis :
Aditya Yohan