HOME  ⁄  Ekonomi

Indonesia dan Cile Percepat Optimalisasi IC-CEPA untuk Tingkatkan Perdagangan Bilateral

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia dan Cile Percepat Optimalisasi IC-CEPA untuk Tingkatkan Perdagangan Bilateral
Foto: (Sumber :Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (kanan) dan Menteri Luar Negeri Cili José Francisco Pérez Mackenna (kiri) melakukan pertemuan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (20/7/2026). ANTARA/HO-Kemendag.)

Pantau - Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Luar Negeri Cile José Francisco Pérez Mackenna membahas percepatan optimalisasi Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) guna meningkatkan nilai perdagangan dan memperluas akses pasar kedua negara.

IC-CEPA Terus Diperkuat Secara Bertahap

“Indonesia dan Cili sudah memiliki perjanjian dagang IC-CEPA. Hal yang perlu kedua negara lakukan selanjutnya adalah mengoptimalkan perjanjian ini untuk meningkatkan nilai perdagangan sekaligus memperluas akses pasar kedua negara,” kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Budi menjelaskan Indonesia telah mengimplementasikan IC-CEPA untuk sektor perdagangan barang sejak 2019 dan sektor perdagangan jasa pada 2025.

Ia menambahkan Indonesia dan Cile juga telah menandatangani pernyataan bersama untuk memulai perundingan sektor investasi pada 2024.

“Perundingan dan implementasi IC-CEPA kami lakukan bertahap berdasarkan prioritas. Kami harap, perundingan sektor investasi bisa diselesaikan secara intensif melalui serangkaian pertemuan virtual tahun ini,” ujarnya.

Perdagangan Bilateral Masih Berpeluang Tumbuh

Budi menilai perdagangan Indonesia dan Cile masih memiliki ruang yang besar untuk ditingkatkan melalui komunikasi yang lebih erat antarpelaku usaha.

Ia mengusulkan pembentukan forum pelaku usaha yang mempertemukan investor, eksportir, dan importir dari kedua negara untuk mendorong kerja sama ekonomi.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, total perdagangan Indonesia dan Cile mencapai 226,2 juta dolar AS dengan ekspor Indonesia sebesar 179,1 juta dolar AS dan impor sebesar 47,1 juta dolar AS sehingga Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 132,1 juta dolar AS.

Sementara sepanjang 2025, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar 535,5 juta dolar AS dengan surplus Indonesia mencapai 347,5 juta dolar AS.

Produk ekspor utama Indonesia ke Cile meliputi mobil dan kendaraan bermotor, pupuk mineral atau kimia, serta alas kaki, sedangkan impor dari Cile didominasi ikan beku, bubur kayu kimia, pupuk mineral dan kimia, pati, serta anggur.

Penulis :
Ahmad Yusuf