
Pantau - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta pemerintah mengoptimalkan potensi garam nasional melalui peningkatan kualitas produksi, perlindungan lahan tambak, dan pengendalian impor guna mendukung target swasembada garam nasional pada 2027.
Peningkatan Kualitas Garam Jadi Prioritas
Daniel Johan menegaskan peningkatan kualitas garam nasional menjadi faktor utama agar produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan industri.
Ia mengatakan, "Peningkatan kualitas garam nasional menjadi kunci utama, bukan sekadar soal menambah jumlah produksi."
Menurutnya, Indonesia memiliki 33.216,06 hektare lahan tambak garam yang dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan produksi nasional sehingga keberadaannya perlu dijaga agar tidak beralih fungsi.
Daniel juga menekankan perlunya penerapan teknologi pemurnian garam di tingkat petambak agar hasil produksi memenuhi standar industri dengan harga yang kompetitif.
Ia mengungkapkan, “Perlu teknologi pemurnian garam di tingkat petambak, agar garam produksi dalam negeri benar-benar bisa memenuhi standar industri dengan harga yang bersaing.”
DPR Soroti Impor Garam dan Target Swasembada
Daniel meminta pemerintah memperketat impor garam sekaligus memperkuat penyerapan produksi lokal agar target swasembada garam nasional pada 2027 dapat tercapai.
Ia mengatakan, “Target swasembada garam 2027 dari pemerintah kita apresiasi. Namun melihat data impor garam industri pada Januari–Mei 2026 mencapai 936 ribu ton atau naik 13,1 persen, maka jika target swasembada 2027, data tersebut harus diikuti tindakan-tindakan nyata di lapangan.”
Senada dengan itu, Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menilai penguatan sektor garam harus didukung oleh infrastruktur, teknologi, kontinuitas pasokan, dan kelembagaan petambak.
Menurut Herman, setiap keputusan impor harus didasarkan pada kebutuhan riil, ketersediaan stok, kapasitas produksi dalam negeri, kualitas garam, serta kemampuan industri menyerap hasil produksi lokal.
Ia juga menegaskan impor sebaiknya hanya dilakukan secara selektif untuk kebutuhan yang belum dapat dipenuhi dari produksi nasional.
Herman mengatakan, “Jika melihat potensinya, tentu optimis bahwa Indonesia bisa menjadi negara penghasil garam.”
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf





