
Pantau - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Semester I 2026 menunjukkan kinerja fiskal yang membaik dengan pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun, sementara belanja negara terealisasi Rp1.656,0 triliun atau 43,1 persen dari pagu, sehingga tetap mendukung pertumbuhan ekonomi dan agenda pembangunan nasional.
Pendapatan dan Belanja APBN Tumbuh Positif
Pendapatan negara pada Semester I 2026 tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penerimaan perpajakan mencapai Rp1.187,8 triliun atau 44,1 persen dari target APBN dan meningkat 21,4 persen secara tahunan.
Penerimaan pajak terealisasi sebesar Rp1.035,7 triliun atau 43,9 persen dari target dengan pertumbuhan 24,6 persen.
Penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp152,0 triliun atau 45,2 persen dari target dan tumbuh 3,4 persen.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi Rp271,0 triliun atau 59,0 persen dari target dengan pertumbuhan 21,6 persen.
Belanja negara mencapai Rp1.656,0 triliun atau 43,1 persen dari pagu APBN 2026 dan meningkat 17,8 persen dibandingkan Semester I 2025.
Belanja pemerintah pusat terealisasi Rp1.298,6 triliun atau 41,2 persen dari pagu dengan pertumbuhan 29,4 persen.
Belanja kementerian/lembaga mencapai Rp658,9 triliun atau 43,6 persen dari pagu dan tumbuh 40,0 persen.
Belanja nonkementerian/lembaga terealisasi Rp639,7 triliun atau 39,0 persen dari pagu dengan pertumbuhan 20,0 persen.
Transfer ke daerah mencapai Rp357,4 triliun atau 51,6 persen dari pagu meski mengalami kontraksi 11,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Keseimbangan primer mencatat surplus Rp85,1 triliun.
Defisit APBN tercatat Rp196,5 triliun atau setara 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih rendah dibandingkan target defisit APBN 2026 sebesar 2,68 persen terhadap PDB.
Pembiayaan anggaran terealisasi Rp452,0 triliun atau 65,6 persen dari target APBN.
Pemerintah Targetkan Penerbitan Panda Bonds
Pemerintah juga merencanakan penerbitan dan penetapan harga (pricing) Panda Bonds pada 23 Juli 2026 dengan tetap bergantung pada kondisi pasar.
Target penerbitan ditetapkan senilai ekuivalen USD1,0 miliar atau sekitar CNY7,0 miliar.
Bank of China (BOC) bertindak sebagai Lead Joint Bookrunner dengan dukungan ICBC, CITIC, CICC, dan DBS sebagai Joint Bookrunners, serta ABC, CCB, dan China Exim Bank sebagai Co-Managers.
Penerbitan Obligasi Panda Seri I Tahun 2026 memperoleh peringkat AAA dengan prospek stabil dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd., yang merupakan peringkat tertinggi dalam sistem pemeringkatan lembaga tersebut.
Laporan pemeringkatan tertanggal 1 Juli 2026 menyebutkan penilaian tersebut didasarkan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada di atas 5 persen sejak 2022 dan diproyeksikan berlanjut pada 2026–2027, fundamental ekonomi yang dinilai solid sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, inflasi yang terkendali, ketahanan terhadap gejolak eksternal, rasio utang pemerintah yang berada pada kisaran 40 persen terhadap PDB, serta kemampuan pemerintah memenuhi kewajiban utang yang didukung cadangan devisa yang memadai.
- Penulis :
- Shila Glorya





