HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkot Jakarta Timur Perketat Pengawasan Pangan di Pasar Tradisional, Seluruh Sampel Dinyatakan Aman

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Jakarta Timur Perketat Pengawasan Pangan di Pasar Tradisional, Seluruh Sampel Dinyatakan Aman
Foto: (Sumber :Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur melakukan pengawasan keamanan pangan terpadu di Pasar Klender SS, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (21/7/2026). ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Timur.)

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) memperketat pengawasan keamanan pangan di pasar-pasar tradisional untuk memastikan produk yang beredar memenuhi standar keamanan dan layak dikonsumsi masyarakat.

Puluhan Personel Periksa Lima Pasar Tradisional

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto mengatakan pengawasan dilakukan secara rutin dengan menyasar pasar tradisional di wilayah Jakarta Timur.

Taufik mengungkapkan, "Pengawasan keamanan pangan terus dilakukan secara rutin dengan menyasar pasar-pasar tradisional. Tentu ini kita lakukan demi memastikan produk yang beredar di pasar itu memenuhi standar keamanan pangan."

Pada Selasa (21/7/2026), pengawasan dilakukan di Pasar Klender SS, Pasar Sawah Barat, Pasar Pondok Bambu, Pasar Perumnas Klender, dan Pasar Ciplak.

Sebanyak 45 personel gabungan diterjunkan untuk mengantisipasi peredaran produk pangan yang mengandung zat kimia berbahaya.

Taufik mengungkapkan, "Kami turunkan sekitar 45 personel gabungan untuk mengantisipasi peredaran produk pangan yang mengandung zat kimia berbahaya dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat."

Petugas mengambil 49 sampel yang terdiri atas 39 sampel produk pertanian dan 10 sampel produk peternakan untuk diuji menggunakan mobil laboratorium.

Seluruh Sampel Negatif Bahan Berbahaya

Pemeriksaan dilakukan terhadap kandungan residu pestisida, formalin, klorin, dan Eber pada seluruh sampel pangan.

Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel dari lima pasar tersebut dinyatakan bebas dari kandungan bahan kimia berbahaya.

Taufik mengungkapkan, "Seluruh sampel dari kelima pasar tersebut dinyatakan 100 persen negatif dari kandungan bahan kimia berbahaya."

Menurut Taufik, pengawasan berkala dilakukan untuk memastikan keamanan pangan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk yang dijual di pasar tradisional.

Ia menambahkan, "Pengawasan pangan ini sekaligus menjadi upaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat saat membeli kebutuhan pangan di pasar tradisional."

Penulis :
Aditya Yohan