HOME  ⁄  Ekonomi

PT PEMA Menyerahkan Dividen Rp28,76 Miliar kepada Pemerintah Aceh, Kinerjanya Terus Meningkat

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

PT PEMA Menyerahkan Dividen Rp28,76 Miliar kepada Pemerintah Aceh, Kinerjanya Terus Meningkat
Foto: Direktur Utama PT PEMA Mawardi Nur menyerahkan secara simbolis dividen tahun buku 2025 kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf, di Banda Aceh, Jumat 24/7/2026 (sumber: Humas PT PEMA)

Pantau - PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA menyerahkan dividen dari laba bersih tahun buku 2025 kepada Pemerintah Aceh sebesar Rp28,76 miliar yang diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama PT PEMA Mawardi Nur kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem di ruang kerja Gubernur Aceh di Banda Aceh.

Dividen tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan nilai dividen tahun buku 2024 sebesar Rp26,7 miliar dan tahun buku 2023 yang mencapai lebih dari Rp26,6 miliar.

Peningkatan Dividen Jadi Indikator Kinerja

Mawardi Nur mengatakan peningkatan dividen menjadi salah satu indikator kinerja perusahaan yang merupakan hasil pembenahan PT PEMA secara bertahap.

Pembenahan tersebut dilakukan melalui penguatan tata kelola perusahaan atau good corporate governance serta pengembangan berbagai lini bisnis yang dijalankan secara profesional.

PT PEMA juga terus bertransformasi menjadi Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) yang sehat dan semakin profesional agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah.

"Penyerahan dividen ini bentuk wujud komitmen kami untuk terus memberikan kontribusi kepada Aceh, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Aceh setiap tahunnya," ungkap Mawardi Nur.

Ia juga mengungkapkan, "Kita terus meningkatkan PAD Aceh dengan peningkatan kinerja, memperluas jangkauan bisnis, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Aceh."

Laba perusahaan tahun buku 2025 berasal dari pengelolaan wilayah kerja Blok B melalui anak perusahaan PT Pema Global Energi (PGE).

Sumber laba lainnya berasal dari pengelolaan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong.

Perusahaan juga memperoleh laba dari perdagangan sulfur.

PT PEMA turut meraih laba dari ekspor kopi arabika Gayo.

Laba perusahaan juga berasal dari perdagangan hasil perikanan.

Mawardi Nur menyatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kontribusi kepada Aceh melalui penguatan bisnis yang telah berjalan dan pengembangan berbagai usaha baru.

Ia mengatakan, "Peningkatan kinerja tersebut bagian dari hasil kerja kolektif seluruh jajaran perusahaan dalam beberapa tahun terakhir yang berfokus pada pembenahan internal, memperkuat sistem manajemen, meningkatkan transparansi, serta membangun budaya kerja adaptif dan akuntabel."

Gubernur Aceh Apresiasi Capaian PT PEMA

Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengapresiasi capaian PT PEMA yang dinilai menunjukkan perkembangan positif sebagai perusahaan milik daerah.

Menurutnya, PT PEMA mampu tumbuh melalui kekuatan bisnisnya sendiri tanpa bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.

Muzakir Manaf mengatakan, "Ini menjadi bukti bahwa BUMA dapat dikelola secara profesional dengan tata kelola yang semakin baik. Saya mengapresiasi semangat anak-anak muda Aceh yang dipercaya mengelola PT PEMA. Saya yakin kontribusi PT PEMA terhadap PAD terus meningkat dan memberikan manfaat lebih besar bagi pembangunan daerah."

Pada tahun 2026, PT PEMA menargetkan peningkatan pendapatan melalui optimalisasi bisnis yang telah berjalan.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah peningkatan harga jual gas melalui PT Pema Global Energi.

Perusahaan juga akan mengoptimalkan nilai jual sulfur.

PT PEMA menargetkan perluasan ekspor komoditas unggulan Aceh ke pasar internasional.

Selain itu, perusahaan mulai mengembangkan bisnis telekomunikasi.

PT PEMA juga akan membangun fasilitas cold storage.

Perusahaan mengembangkan kawasan industri sebagai salah satu sektor strategis baru.

PT PEMA turut membuka berbagai peluang investasi baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi daerah.

Penulis :
Arian Mesa