HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom Menilai Pengunduran Perry Warjiyo Bukan Tanda Kekosongan Kepemimpinan Bank Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ekonom Menilai Pengunduran Perry Warjiyo Bukan Tanda Kekosongan Kepemimpinan Bank Indonesia
Foto: (Sumber :Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede. (ANTARA/Chairul Rohman).)

Pantau - Kepala Ekonom PermataBank Josua Pardede menilai pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia merupakan proses peralihan kepemimpinan yang tertib dan bukan menandakan kekosongan kendali di bank sentral.

Transisi Kepemimpinan Dinilai Tetap Terjaga

Bank Indonesia telah menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara melalui Rapat Dewan Gubernur setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela karena alasan pribadi sesuai ketentuan perundang-undangan.

Josua Pardede mengatakan keputusan Perry Warjiyo untuk mengakhiri masa tugasnya patut dihormati mengingat pengabdiannya selama lebih dari empat dekade di Bank Indonesia.

Ia mengungkapkan, “Secara manusiawi, keputusan Perry Warjiyo untuk beristirahat patut dihormati. Ia bergabung dengan Bank Indonesia sejak 1984 dan telah mengabdi sekitar 43 tahun, dari posisi staf hingga menjadi Gubernur selama dua periode.”

Menurut Josua, pengunduran diri tersebut lebih tepat dipandang sebagai berakhirnya satu fase panjang pengabdian dan bukan sebagai indikasi terganggunya kemampuan Bank Indonesia menjalankan tugasnya.

Ia juga menilai Perry Warjiyo memberikan kontribusi penting dalam memperkuat bauran kebijakan, memperluas instrumen stabilisasi nilai tukar, memperdalam pasar keuangan, serta mengintegrasikan kebijakan moneter, perbankan, dan sistem pembayaran.

Pasar Akan Mencermati Masa Transisi

Josua menilai Destry Damayanti merupakan figur yang siap menjaga kesinambungan kebijakan Bank Indonesia selama masa transisi kepemimpinan.

Meski demikian, ia mengingatkan masa transisi tetap memiliki risiko sehingga Bank Indonesia perlu menjaga konsistensi komunikasi, mempertahankan independensi, dan memastikan proses pemilihan gubernur baru berjalan dengan jelas.

Menurut Josua, Bank Indonesia juga perlu menegaskan bahwa sasaran inflasi, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah, dan penetapan suku bunga tetap didasarkan pada data serta perkembangan risiko ekonomi.

Penulis :
Aditya Yohan