HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.009 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen The Fed dan Faktor Domestik

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.009 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen The Fed dan Faktor Domestik
Foto: Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa 12/5/2026 (suumber: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin melemah 46 poin atau 0,26 persen menjadi Rp18.009 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.963 per dolar AS.

Sentimen Global Menekan Pergerakan Rupiah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Ia mengungkapkan, "Potensi kenaikan tetap terbatas karena sentimen pasar masih terikat pada narasi The Fed yang cenderung hawkish."

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini melihat peluang sebesar 78 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September 2026.

Sementara itu, pada pertemuan The Fed pada 28–29 Juli 2026, suku bunga diperkirakan tetap dipertahankan tanpa perubahan.

Sentimen eksternal lainnya berasal dari gangguan rantai pasok global.

Gangguan tersebut dipicu oleh perang AS dengan Iran dan Houthi Yaman serta Arab Saudi.

Konflik tersebut menyebabkan perlambatan jumlah kapal pengangkut komoditas yang melintasi Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.

Faktor Domestik Turut Membebani

Dari dalam negeri, pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh mundurnya Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Setelah pengunduran diri tersebut, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti ditunjuk menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara.

Destry Damayanti akan memimpin Bank Indonesia hingga gubernur definitif ditetapkan.

Di sisi lain, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin juga melemah.

JISDOR tercatat berada di level Rp17.995 per dolar AS dari posisi sebelumnya sebesar Rp17.973 per dolar AS.

Penulis :
Leon Weldrick